Bulog Guyur Pasar dengan Beras Medium

0

JAKARTA (Suara Karya): Perum Bulog kembali mengguyur pasar tradisional dan pemukiman di 28 kota dengan beras kualitas medium. Kegiatan dalam bentuk operasi pasar (OP) ini dimaksudkan untuk tetap menjaga stabilisasi harga di masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, mengatakan operasi beras ini dilaksanakan serentak oleh Bulog Divisi Regional seluruh Indonesia. Pengawasan juga dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan tetap memperhatikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan khususnya beras.

Dikatakannya, Bulog juga melakukan Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP), percepatan penyaluran bansos rastra, dan penjualan komoditi komersial Bulog agar tetap tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini juga menjelaskan, untuk kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Bulog melibatkan banyak pihak dengan menggunakan jaringan distribusi antara lain Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Pangan Kita, Mitra Bulog, juga BUMN Pangan.

“Saya sudah memerintahkan Satgas Bulog untuk bergerak dengan prioritas oprasi di 205 pasar tradisional di 82 Kota. Ini perintah Presiden karena mulai peningkatan harga beras medium,” kata Budi di Jakarta, Selasa (4/9).

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sesuai keputusan Rakortas 27 Agustus 2018 dan Surat Kemendag 31 Agustus 2018 lalu sehubungan dengan perkembangan harga beras yang mengalami kenaikan 0,11 persen dari minggu ketiga ke minggu keempat bulan Agustus 2018.

Perum Bulog mendapat penugasan untuk melakukan intervensi pasar secara massive melalui kegiatan OP-CBP, dan melakukan percepatan penyaluran bansos rastra tiga bulan alokasi yang penyerahannya dilakukan sekaligus.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan pokok khususnya beras dari hari ke hari supaya intervensi pasar dapat segera kami lakukan dengan menggelontorkan stok CBP dan komoditi komersial yang kami miliki,” jelasnya.

Buwas menambahkan pihaknya telah menggelontorkan CBP sejak Januari 2018 sampai saat ini sebanyak 338.502 ton. Target OP CBP ini akan menggelontorkan CBP sebanyak 10.000-15.000 ton per hari dengan ketentuan harga di Gudang Rp8.100 per kg untuk wilayah satu, dan Rp8.600 per kg untuk wilayah dua.

Selain itu, lanjut Buwas, Rp8.900 per kg untuk wilayah tiga. Operasi beras bakal dilaksanakan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. “Bulog jamin beras yang beredar beras berkualitas, sangat layak dikonsumsi,” katanya. (Bayu Legianto)