Bulog Klaim Serap 1,2 Juta Beras Petani di 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengklaim konsisten mengamankan harga dan melakukan penyerapan beras petani hingga 1,2 juta ton. Dengan demikian, Bulog memastikan kecukupan stok beras dan pemerintah tidak melakukan impor hingga akhir 2021.

“Ini merupakan tahun ke 3 secara berturut-turut pemerintah tidak melaksanakan impor tersebut,” kata Buwas di Gedung Bulog, Jakarta Selatan, Selasa (26/12/2021).

Lebih lanjut Buwas mengatakan, penyerpan beras sebanyak 1,2 juta ton merupakan angka tertinggi jika dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya.

“Keberhasilan kita dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri tahun ini merupakan hasil kerja keras jaringan Bulog di seluruh Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi Covid-19 dan juga mempertahankan prestasi pemerintah untuk tidak impor beras selama 3 tahun terakhir” kata Budi Waseso.

Menurut dia, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa prakiraan produksi beras nasional pada Triwulan I tahun 2022 adalah sebesar 11,61 juta ton dan Bulog selalu siap untuk menyerap kembali produksi tersebut untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait kecukupan stok beras dalam negeri.

“Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat memulihkan roda perekonomian sesuai dengan arahan Presiden Jokowi selama pandemi Covid-19 ini,” ujarya.

Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, di sepanjang 2021 BULOG juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen dengan melaksanakan operasi pasar yang sekarang bernama KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga). Hingga saat ini Bulog telah menyalurkan beras KPSH mencapai hampir 700 ribu ton dengan melibatkan berbagai stakeholder.

Disamping itu, untuk meringankan beban pengeluaran kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat akibat Pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Bulog pada tahun ini juga sukses menyalurkan Bantuan Beras PPKM (BB-PPKM) dilakukan dengan tuntas 100% kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak total 28,8 juta KPM di seluruh Indonesia.

Kemudian di tahun kedua masa Pandemi ini juga dan sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan yang menciptakan nilai bersama bagi masyarakat Bulog sudah menggelontorkan beras Fortivit kepada 7 provinsi untuk 2.150 balita guna mendukung program pemerintah menurunkan prevalensi Stunting (Anak Pendek), selain itu Bulog juga cepat tanggap terhadap bencana nasional yang terjadi dengan menyalurkan Beras Tanggap Darurat sebanyak 8.500 ton sepanjang 2021. (Bayu)