Bulog Komitmen  Wujudkan Ketahanan Pangan

0

JAKARTA (Suara Karya): Perum Bulog berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan melalui percepatan penyerapan gabah/beras di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Untuk itu, Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan dan Barat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulwesi Selatan, TNI, Dinas Pertanian, dan pihak terkait lainnya dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (SERGAP) Tahun 2019 di Makassar, pekan lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pengadaan Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Bachtiar, Gubernur Sulawesi Selatan H.M. Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar Mansur Siri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta para Dandim di Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Bachtiar menegaskan, Bulog siap  mendukung ketahanan pangan dan lumbung beras yang diandalkan di Indonesia salah satunya di wilayah Sulawesi Selatan. Kapasitas gudang Bulog Divre Sulselbar sebesar 377.600 ton yang tersebar dari Mamuju sampai Pulau Selayar. Dia mengungkapkan serapan Bulog saat panen raya bisa mencapai 2 juta ton lebih.

“Kami mempunyai peran mewujudkan ketahanan pangan dan lumbung beras di Indonesia. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub), minimal 10 persen dari total produksi padi di wilayah Sulsel diserap Perum Bulog. Target pengadaan Bulog Divre Sulselbar untuk triwulan pertama 2019 sebanyak 224.423 ton,” terang Bachtiar.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengharapkan serapan Bulog terhadap produksi beras petani bisa naik hingga di atas 15 persen. Karena menurutnya Sulsel menyuplai kebutuhan beras 27 provinsi di Indonesia dan Sulsel masih memiliki potensi di beberapa daerah, diantaranya Luwu Raya.

Untuk itu, Nurdin akan terus mendukung dan mendorong serapan Bulog lebih besar, bukan hanya 10 persen. Gubernur Sulsel juga akan mengeluarkan Peraturan Gubernur agar 15 persen dari hasil panen di Wilayah Propinsi Sulsel dapat diserap Oleh BULOG  (offtaker).

“Bukan hanya 10 persen. Sulsel masih memiliki potensi. Ada daerah yang belum dilirik. Di antaranya Kabupaten Luwu Raya. Orang Luwu Raya beli beras di Sidrap, dan tantangan Bulog untuk membangun rice processing di Luwu Raya”, kata Nurdin melalui siaran persnya kepada suarakarya.co.id, di Jakarta (11/2/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, mengapresiasi forum Rakor SERGAP sebagai wadah evaluasi sekaligus upaya khusus percepatan penyerapan gabah Tahun 2019.

“Semoga forum ini dapat mencapai kesepakatan untuk mencapai target untuk wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra,” harapnya.

Pada forum itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulsel dan Perum Bulog Divre Sulsebar tentang kedaulatan pangan, penguatan stok pangan, serta penyediaan data dan informasi terkait wilayah panen. (Pramuji)