Bulog Pastikan Bantuan Beras PPKM Berkualitas Baik

0
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto (tengah) memastikan kualitas beras bantuan PPKM yang akan diberikan pada masyarakat terdampak pandemi COVID-19. (Antara/HO-Bulog)

JAKARTA (Suara Karya): Perum Bulog memastikan bantuan beras PPKM yang diberikan kepada masyarakat terdampak kebijakan penanganan pandemi COVID-19 berkualitas baik dan sesuai dengan ketentuan.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa jajaran Bulog berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras dari gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia akan terjamin baik.

Dia menerangkan bahwa pengawasan dan pengendalian kualitas dan kuantitas jumlah beras Bulog akan terus dipantau melalui “Quality Control Management”.

“Kami sudah membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan. Jadi kami akan maksimal menyukseskan program ini guna memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarga penerima yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Suyamto.

Lebih lanjut Suyamto menjelaskan bahwa saat ini Bulog dipercaya menyediakan beras untuk Program Bantuan Beras PPKM dari Pemerintah melelalui Kementerian Sosial sebanyak 288 ribu ton untuk 28,8 juta KPM. Jumlah tersebut sudah disiapkan oleh jajaran Bulog seluruh Indonesia dengan kualitas beras baik sesuai dengan ketentuan.

“Adapun mekanisme penyaluran program ini, setelah melewati petugas pengawas kualitas beras dalam di gudang Bulog, selanjutnya Bantuan Beras PPKM ini diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang telah ditetapkan untuk melakukan pendistribusiannya kepada keluarga penerima manfaat sesuai data yang diberikan Kementerian Sosial kepada Bulog dan titik yang disepakati aparat terkait,” kata Suyamto seperti dilansir antaranews.com.

Bantuan Beras PPKM ini diberikan seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak tanggal 3 Juli dan diperpanjang sampai dengan 2 Agustus 2021. Selain tambahan bantuan beras, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Uang Tunai, Bantuan Potongan Tarif Listrik, Bantuan Kartu Sembako, Bantuan PKH dan Bantuan UMKM.

“Kami menyadari bahwa tugas pemenuhan pangan bagi masyarakat yang terdampak dan tugas stabilisasi harga beras di setiap daerah akan berjalan dengan baik apabila terdapat sinergi diantara seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah, Dinas terkait, Aparat terkait dan para pemangku kepentingan. Untuk itu kami berharap kepada seluruh pihak yang terlibat untuk bekerjasama dalam menyukseskan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat,” kata Suyamto. (Andara Yuni)