Bulog Siap Intervensi Pasar Beras

0
Direktur Utama Perum Bulog resmikan giat ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta & Banten (07/07). BULOG siap intervensi pasar untuk stabilkan harga beras selama musim kemarau panjang. Stok beras yang dimiliki BULOG saat ini lebih dari 2 juta ton. (Dok Humas Bulog/suarakarya.co.id)

JAKARTA (Suara Karya): Perum Bulog menyatakan siap melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilisasi harga beras. Ini merupakan komitmen perusahaan pelat merah tersebut, dalam menghadapi kemarau panjang di Indonesia pada 2018 ini.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, gudang-gudang Bulog di seluruh wilayah juga sudah mulai penuh. Artinya Bulog siap menghadapi kekeringan ini.

“Stok beras yang ada di gudang Bolug saat ini ada lebih dari 2 juta ton. Kami siap melakukan intervensi pasar,” kata Budi melalui siaran persnya kepada suarakarya.co.id, Selasa (14/8).

Menurutnya, hingga saat ini Bulog telah bekerja sangat intensif untuk melakukan penyerapan gabah dan beras yang berkerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Lokasi penyimpanan beras di gudang Bulog seluruh Indonesia terus terisi dengan rata-rata penyerapan beras petani sebanyak 7 ribu ton/hari.

Sebagaimana diketahui, beras adalah salah satu pangan pokok yang akan terkena dampak secara langsung pada saat terjadi musim kemarau panjang.

Hal ini umumnya dipengaruhi oleh supply dan demand dari pasar, yang mana pasokan akan cenderung berkurang akibat gagal panen oleh petani yang meningkat, sedangkan permintaan terus ada dari pasar.

Sebagai upaya intervensi pasar ketika harga beras melambung pada saat musim kemarau panjang, Bulog melakukan operasi pasar (OP) dengan menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak-banyaknya sehingga pasokan beras ke pasar dapat terjaga.

Dikatakn Budi, Bulog terus melakukan pantauan harga pasar di seluruh daerah tidak hanya melalui pantauan situasi harga beras per hari yang dikelola Bank Indonesia, namun juga melalui survei langsung ke lapangan.

“Kami akan terjun langsung ke lapangan, supaya dapat segera melakukan intervensi jika diketahui ada gejolak kenaikan harga,” ujar Budi.

Adapun berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juli 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.520/kg, naik sebesar 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.198/kg, naik sebesar 0,68 persen. (Bayu Legianto)