Bulog Sulteng Gelar OP Guna Jaga Kestabilan Harga 

0
DOKUMENTASI, Sejumlah warga berbelanja kebutuhan pokok yang dijual pada pasar murah yang digelar di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (13/2). Pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan sejumlah BUMN dan distributor itu dalam rangka menyambut perayaan tahun Imlek 2569. (Antara Foto)

PALU (Suara Karya): Bulog Sulawesi Tengah hingga kini tetap menggelar operasi pasar (OP) khusus komoditi pangan beras guna menjaga kestabilan harga di tingkat pengecer.

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna, di Palu, Kamis (12/7), mengatakan kegiatan itu dilaksanakan di semua kabupaten dan kota di provinsi ini.

“Bukan hanya di Palu tetapi di setiap kabupaten Bulog juga melaksanakan kegiatan yang sama,” kata dia.

Operasi pasar setiap hari dilaksanakan Bulog dengan titik-titik yang tekah ditetapkan.

Misalkan di Kota Palu, kata Bahar, titik-titik operasi pasar dilakukan di dua pasar induk tradisional (PIT) yakni Pasar Masomba dan Pasar Bambaru.

Di dua pusat perbelanjaan terbesar di Ibu Kota Provinsi Sulteng tersebut, Bulog menggandeng pedagang pengecer yang selama ini mendukung program pengendalian harga beras yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

Para pengecer mitra Bulog di Pasar Masomba dan Pasar Manonda menjual beras medium sesuai harga yang ditetapkan pemerintah pusat. Harga beras medium di tingkat pengecer sesuai harga eceran pemerintah (HET) yakni Rp9.450/kg.

Sementara beras premium Rp12.800/kg. “Itu harga HET dan pedagang menjualnya seperti itu,” kata Bahar.

Para pedagang hanya menjualnya karena beras disediakan oleh Bulog setempat.

Saban hari, katanya, Bulog menggelontorkan beras medium ke semua titik distribusi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.

Menjawab pertanyaan, Bahar mengatakan pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga stabilisasi harga beras di tingkat pengecer dilakukan hingga batas waktu tidak ditentukan.

Pantauan di sejumlah titik penjualan beras medium yang dipasok Bulog di Palu, minat masyarakat membeli cukup tinggi. Selain karena harganya yang relatif murah dibandingkan beras jenis yang sama dijual pedagang, juga kualitas beras terbilang bagus.

Nuri, seorang penjual beras di kawasan Pasar Induk Tradisional Manonda mengaku beras Bulog cukup diminati. Terbukti banyak warga yang datang membelinya. (Yoyo)