BUMN Goes to Campus Bahas Peluang Karir bagi Talenta Muda

0

JAKARTA (Suara Karya): Dalam kegiatan ‘BUMN Goes to Campus’ dibahas peluang dan tantangan bagi talenta muda yang ingin berkarir di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Pengembangan talenta merupakan satu dari lima strategis prioritas yang saat ini tengah didorong Kementerian BUMN,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutan yang dibacakan Staf Khusus Arya Sinulingga dalam acara ‘BUMN Goes to Campus’ di Universitas Pertamina (UPER), Jakarta, pekan lalu.

Arya menambahkan, lima strategi prioritas itu merupakan bagian dari transformasi BUMN menuju kelas dunia (world class). Target itu tidak akan tercapai jika tidak didukung oleh generasi muda kita yang bertalenta tinggi.

“Ini kesempatan bagi kaum muda kita untuk berkarir di BUMN. Cari tahu keterampilan apa yang perlu dimiliki lulusan agar mampu bersaing dalam proses rekrutmen di BUMN,” ujarnya.

Berkarir di BUMN hingga kini masih menjadi impian kaum muda. Forbes 2022 mencatat ada 4 BUMN Indonesia memiliki peringkat terbaik. Posisi itu diraih PT Telkom yang berada di ranking 153 Forbes 2022 World’s Best Employer. Setelah itu, ada Bank Mandiri, BNI dan BRI.

BNI bahkan mencetak ‘hattrick’ karena masuk peringkat ke-349 dunia dalam Forbes 2022 Global 2000 World’s Largest Public Companies. Sedangkan Pertamina menjadi satu-satunya perusahan Indonesia yang masuk daftar bergengsi Fortune Global 500.

Arya menyebut 5 persen jabatan puncak di BUMN saat ini dipegang kaum muda. Kementerian BUMN menargetkan jumlah pemimpin muda itu akan bertumbuh menjadi 10 persen pada akhir 2023.

“Begitu pun pemimpin perempuan di BUMN, diharapkan angkanya naik dari 15 persen menjadi 25 persen pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, Fadli Rahman yang juga berusia muda, yaitu 36 tahun mengungkapkan, peluang karir di bidang migas dan energi baru terbarukan sangat terbuka bagi generasi muda.

“Pertamina saat ini memiliki 6 sub-holding, yang salah satunya memegang peran penting dalam transisi energi yaitu ‘New and Renewable Energy’,” ucapnya.

Fadli menambahkan, tugas Pertamina adalah memastikan ketahanan energi dapat tercapai oleh generasi kita. Terlebih anak muda sebagai agen perubahan.

“Untuk mempercepat transisi energi pada generasi muda, mereka harus memiliki kemampuan penguasaan teknologi serta resiliensi,” ujarnya.

Menurut Fadli, manajemen waktu menjadi kunci penting dalam meraih kesuksesan. Selain itu, pentingnya meningkatkan kompetensi diri demi kelancaran kerja.

Hal senada dikemukakan Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Lieke Roosdianti Pangkey. Pihaknya berkomitmen untuk membangun generasi muda dengan daya saing tinggi melalui program Magang Generasi Bertalenta (Magenta).

“Bagi mahasiswa yang ingin magang atau bekerja di BUMN tak perlu mengkhawatirkan latar belakang pendidikan. Karena peluang kerja di BUMN terbuka luas, mulai dari bidang sains hingga sosial,” ujar Lieke.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertamina, Prof I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, UPER menjadi kampus dengan teknologi dan bisnis energi agar mahasiswanya siap berkompetisi.

“Keuntungan ada dalam ekosistem Pertamina, mahasiswa UPER bisa magang di industri, mendapat bimbingan dari dosen praktisi dan dilibatkan dalam kolaborasi riset bersama korporasi,” ungkapnya.

Disebutkan, ada 9 BUMN yang berpartisipasi dalam acara yaitu Pertamina, Indonesia Financial Group (IFG), Perhutani, BNI, Bukit Asam, Kimia Farma, Pelni, WIKA dan Bulog. (Tri Wahyuni)