Buntut Pencoretan Shalfa, Sesmenpora dan Ketum Persani Angkat Bicara

0

JAKARTA (Suara Karya) : Setelah kasus pencoretan atlet Pelatnas SEA Games XXX Shalfa Avrila melambung ke permukaan, baru Ketua Umum PB Persani, Ita Yuliati dan Sesmenpora Gatot Dewabroto angkat bicara.

“Pencoretan atlet menuju SEA Games merupakan hak induk organisasi bukan pada Menpora dan KONI. Namun semua itu harus bermuara pada prestasi atlet,”tegas Gatot Dewabroto di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Sedang Ketua Umum PB Persani Ita Yuliati menegaskan, pencoretan Shalfa dari tim SEA Games sudah dikonfirmasikan pada oleh pelatih. Namun pencoretan itu murni karena prestasi atlet.yang bersangkutan mengalami penurunan, bukan seperti isu yang melambung karena sudah “tidak perawan” lagi.

Persyaratan sebagai atlet bukan berdasarkan keperawanan, namun murni karena prestasi yang dimiliki. Bahkan ada atlet yang sudah punya anak bisa tampil dalam pertandingan.

Ita menceritakan, saat tampil di Kejurnas Shalfa prestasinya turun drastis ke peringkat 37, sedang penggantinya yaitu Yogi masuk peringkat tiga. Melalui pertimbangan itulah Yogi diberikan tampil di SEA Games.

Sedang ketika ditanya sampai kapan permasalahan atau penyelidikan kasus pelatih Shalfa yang menyatakan tidak perawan lagi bisa dibuktikan? Ita belum bisa menjawab secara pasti. Yang utama katanya pencoretan Shalfa dalam Timnas senam menuju SEA Games didasarkan pada peningkatan prestasi, bukan hal-hal.yang lain. (Warso)