Cakup 7 Program, Ditjen Diktiristek Kenalkan Ekosistem Kedaireka

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengenalkan Ekosistem Kedaireka, yang mencakup 7 program.

“Diharapkan 7 program itu mampu meningkatkan wawasan dan membuka peluang kolaborasi bagi insan perguruan tinggi dan mitra industri,” kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Diktiristek, Prof Nizam di sela kegiatan CEO Mentorship dan RekaTalks yang digelar di Jakarta, Jumat (21/10/22).

Disebutkan, ketujuh program itu adalah Kedaireka Academy, RekaTalks, Match Making Innovation Forum, RekaPitch, CEO Mentorship, RekaPreneur dan RekaPods.

Nizam menilai, pengembangan ekosistem Kedaireka diperlukan untuk hilirisasi inovasi dan teknologi. Karena inovasi memainkan peran penting dalam peningkatan produktivitas dan pertumbuhan suatu negara.

“Hasil inovasi kita masih rendah, karena pengeluaran Indonesia dalam Research & Development (R&D) baru setara dengan 0,28 persen dari total PDB negara. Padahal, rata-rata pengeluaran global dalam R&D yaitu 2,3 persen,” ucap Nizam sambil mengutip data World Bank 2020 tersebut.

Kendala lain, Nizam menyebut belum ada kepercayaan antara perguruan tinggi dan dunia usaha terkait pengembangan riset dan inovasi. Dunia usaha menganggap kerja para peneliti di perguruan tinggi lamban dan birokratif, sedangkan perguruan tinggi takut jika inovasi mereka berhasil akan dicurangi industri.

“Lewat ekosistem Kedaireka ini kami ingin mengikis kendala tersebut. Nantinya, kolaborasi industri dengan perguruan tinggi akan dikawal lewat sistem di Kedaireka,” ujarnya.

Kegiatan CEO Mentorship dan RekaTalks menghadirkan pemateri pejabat pemerintah, akademisi, praktisi dari petinggi dunia usaha dunia industri (DUDI) dan penerima manfaat dari program Matching Fund Kedaireka.

Mereka adalah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dan CEO
Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni.

Sesdirjen Diktiristek, Tjitjik Sri Tjahjandarie menjelaskan, program CEO Mentorship, sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka bertujuan meningkatkan minat insan perguruan tinggi, umum dan industri untuk kolaborasi dan berinovasi melalui pengalaman para pemimpin yang ahli di bidangnya.

“Insan perguruan tinggi dan industri diharapkan akan terinspirasi, lalu mengambil aksi nyata dengan melakulan inovasi untuk menyelesaikan masalah yang ada,” katanya.

Lima kegiatan lain akan dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia pada periode Oktober hingga November 2022. (Tri Wahyuni)