Cara Mudah Deteksi Dini Covid -19 di Tengah Masyarakat

0

JAKARTA (Suara Karya) : Ramai dibicarakan masyarakat yang terserang wabah Covid – 19. Pertama biasanya mereka kehilangan penciuman dan rasa yang dikenal dengan istilah kedokteran anosmia.

Namun, gejala ini banyak membingungkan karena tidak semua pasien positif COVID-19 bisa mengenalinya. Terkecuali, mereka menghirup atau mencium aroma sesuatu. Karenanya, beberapa pasien positif COVID-19 diminta untuk melakukan pemeriksaan dengan menghirup sesuatu.

Berpegang pada hal itu, sejumlah ilmuwan mengembangkan cara unik untuk mengetes kehilangan indra penciuman atau perasa karena COVID-19 dengan menggunakan bahan sederhan yang digunakan sehari-hari, yaitu kopi. Saat ini, para ilmuwan merancang tes kopi praktis, tes menghirup, untuk membantu orang mengetahui infeksi lebih awal.

Dikutip dari viva.com, anosmia tiba-tiba yang tidak dapat dijelaskan bisa menyerang pasien COVID-19 kapan saja. Karenanya, para ilmuwan merasa bahwa melakukan tes menghirup secara rutin bisa bertindak sebagai langkah skrining untuk mengetahui infeksi.

Beberapa ilmuwan juga menyebutkan bahwa melakukan tes menghirup dan mencium bisa menjadi indikator COVID-19 yang lebih baik dibanding pemeriksaan suhu tubuh sederhana.

Tes ini juga bisa bermanfaat mendeteksi penularan tanpa gejala, di mana kemampuan seseorang untuk membedakan bau dan aroma bisa hilang, tapi tidak ada gejala lain COVID-19 yang timbul.

Bahkan ditengah masyarakat, selain kopi yang dijadikan tes penciuman, buah yang lain seperti jeruk, nanas dan buah durian juga dijadikan uji coba kehilangan penciuman dan rasa.
Bila semua buah yang mempunyai aroma khas dan rasa sudah tidak berfungsi lagi, umumnya mereka langsung mendatangi puskesmas atau rumah sakit daerah (RSUD) terdekat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. (Warso)