Cara Zenius Tembus PTN di Jalur UTBK SBMPTN, Yuk Intip Apa Saja?

0

JAKARTA (Suara Karya): Saatnya kini berburu kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ada cara Zenius agar bisa tembus seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut.

“Tahun lalu, ada sekitar 15 ribu pengguna Zenius yang lolos UTBK SBMPTN,” kata Chief Executive Officer (CEO) Zenius, Rohan Monga dalam keterangan media secara virtual, Kamis (1/4/2021).

Sementara tahun ini, lanjut Rohan, jumlah siswa kelas 12 yang mengakses konten UTBK di platform Zenius naik hingga 2 kali lipat dibanding tahun lalu. “Jumlah itu diperkirakan akan terus meningkat, mengingat UTBK gelombang pertama akan digelar 3 minggu kedepan,” ujarnya.

Karena itu, Rohan meminta para peserta yang tak lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 untuk tak larut dalam kesedihan. Masih ada peluang lolos di jalur UTBK yang akan digelar 12-18 April 2021 untuk gelombang 1 dan gelombang 2 pada 26 April-2 Mei 2021.

“Peluang lolos di SBMPTN lebih besar dibanding SNMPTN. Kuota daya tampung di SNMPTM hanya 20 persen, sementara kuota SBMPTN sebesar 40 persen,” tuturnya.

Rohan menambahkan, siswa waktu 3-4 minggu kedepan bisa digunakan siswa untuk mempersiapkan diri agar lebih siap saat UTBK. “Lantas, bisakah peserta mempersiapkan diri dalam waktu sesingkat itu. Tentu bisa, asalkan mau ikuti cara Zenius,” ucap Rohan menegaskan.

Disebutkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berlatih soal UTBK tahun lalu. Hal itu supaya peserta mengerti tingkat kesulitan soal UTBK. Sehingga bisa mengukur kesiapan diri. Setelah latihan, peserta disarankan untuk melihat pembahasan soal, karena banyak jebakan dalam UTBK.

Setelah itu, peserta dapat melakukan elaborasi bahan materi yang perlu dipelajari. Artinya, peserta harus mengupas tuntas materi UTBK itu sebanyak apa, terutama Tes Potensi Skolastik (TPS). TPS akan mengukur kemampuan kognitif peserta.

“Peserta juga harus mendalami konsep dan dasar teori dari semua materi TPS,” katanya.

Langkah ketiga, lanjut Rohan, peserta diminta melakukan ‘deliberate practice’ yaitu latihan secara berulang atas materi pembelajaran yang dianggap paling sulit hingga peserta mengerti dan bisa mengerjakannya.

“Jika peserta tahu titik kelemahannya, maka solusinya jadi lebih mudah. Latihan mengerjakan soal pada materi yang dianggap lemah. Biar gak bosan, kerjakan beragam jenis soal,” tuturnya.

Dan yang tak kalah penting, menurut Rohan, peserta harus ikut ‘try out’. Setelah hasilnya keluar, peserta harus mengevaluasi kelemahannya. Lalu review kembali materi tersebut dan latihan variasi soal lagi sampai materi tersebut benar-benar dikuasai.

Langkah kelima adalah membuat jadwal untuk seluruh poin-poin yang disebut di atas sesuai waktu yang tersedia. Peserta harus membuat waktu untuk latihan soal, untuk elaborasi bahan materi hingga ikut try out.

“Jangan lupa untuk menerapkan metode ‘spaced repetition’ dalam metode belajar, karena proses pembelajaran yang singkat dan kuat dengan jeda yang cukup akan lebih efektif daripada sesi belajar yang panjang,” kata Rohan menegaskan. (Tri Wahyuni)