Cari Iuran Lebih Murah, 792 Ribu Peserta JKN Pilih Turun Kelas

0

JAKARTA (Suara Karya): Rencana kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2020 disikapi kelompok PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) atau Mandiri dengan turun kelas. Sudah ada 792.854 peserta yang memilih penurunan hingga kelas 3 selama periode 9-29 Desember 2019.

“Kami tidak bisa mencegah peserta JKN, terutama dari kelompok Mandiri yang ingin turun kelas perawatan,” kata Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Pelayanan Peserta, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Dwi Asmariyanti dalam acara ‘Ngopi Bareng BPJS Kesehatan’ di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Hadir dalam kesempatan itu Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan (JPKR), Budi Muhamad Arief dan Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Rujukan, Beno Herman.

Dwi menyebut, jumlah peserta Mandiri kelas 1 yang turun ke kelas 2 sebanyak 96.735 orang dan dari kelas 1 ke kelas 3 sebanyak 188.088 orang. Sedangkan peserta kelas 2 turun ke kelas 3 sebanyak 508.031 orang.

“Tak semua peserta yang turun kelas, ada juga peserta yang naik kelas. Peserta kelas 2 yang naik ke kelas 1 ada 887 orang. Sedangkan kelas 3 yang naik ke kelas 1 ada 772 orang. Peserta kelas 3 naik ke kelas 2 ada 1.032 orang,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumya, pemerintah menetapkan kenaikan iuran JKN-KIS lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada 24 Oktober 2019.

Dalam Perpres itu disebutkan, untuk kelompok PBI, ada kenaikan iuran dari Rp23 ribu menjadi Rp42 ribu per 1 Agustus 2019. Iuran ini untuk keluarga miskin yang dananya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Untuk peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) batas tertinggi gaji atau upah yang terkena adalah Rp12 juta. Perhitungannya sama seperti sebelumnya, yaitu 5 persen dari total gaji atau upah. Rinciannya 4 persen dibayar oleh pemberi kerja dan 1 persen oleh peserta.

Iuran untuk kelompok PBPU atau Mandiri, kenaikan terjadi pada semua kelas. Kelas III yang sebelumnya Rp25.500 naik jadi Rp42 ribu, kelas II dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu dan kelas 1 dari Rp80 ribu menjadi Rp 160 ribu per orang per bulan.

Terkait banyak peserta Mandiri yang turun kelas, Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan (JPKR), Budi Muhamad Arief mengatakan hal itu tak perlu dicemaskan. Karena penurunan kelas terjadi hanya pada kelompok Mandiri yang jumlahnya sekitar 30 juta orang.

“Bahkan hampir 50 persen atau sekitar 15 juta peserta kelompok Mandiri saat ini dalam kondisi menunggak iuran. Tak apa banyak yang turun kelas, yang penting masalah tunggakan iuran dapat diselesaikan dan kedepannya konsisten dalam membayar iuran setiap bulannya,” kata Budi menandaskan. (Tri Wahyuni)