Cegah Klaim Ganda, BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Jasa Raharja

0
Foto: (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Jasa Raharja menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk koordinasi manfaat bagi pasien korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum. Dengan demikian, tak terjadi lagi tumpang tindih pembiayaan.

“Dimasa lalu, peserta BPJS nakal akan melakukan klaim ganda atas kecelakaan yang dialaminya. Biaya pengobatan dibayarkan BPJS Kesehatan, lalu bukti bayar itu ditagihkan ke Jasa Raharja agar dapat uang tunai,” kata Direktur Hukum, Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga, BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi usai penandatangan kerja sama dengan PT Jasa Raharja, di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Operasional Amos Sampetoding.

Bayu menjelaskan, dalam kerja sama itu pihak PT Jasa Raharja menjadi penjamin pertama peserta BPJS Kesehatan yang mengalami kecelakaan lalu lintas atau penumpang angkutan umum. Besaran biaya pengobatan memiliki batas plafon maksimal Rp20 juta per orang.

“Jika biaya pengobatannya lebih dari Rp20 juta, maka korban akan dialihkan penjaminannya ke BPJS kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja juga menggandeng pihak Kepolisian dalam hal integrasi sistem informasi kasus kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, proses administrasi dalam penentuan siapa lembaga penjamin dapat diidentifikasi dengan cepat.

“Prosesnya dilakukan secara online, jadi lebih mudah dan cepat. BPJS Kesehatan melaporkan status pasien lewat aplikasi V-Claim yang terkoneksi dengan Movis milik Jasa Raharja dan kepolisian. Pihak kepolisian akan mengeluarkan “guarantee letter” sebagai dasar penjaminan pasien ke Jasa Raharja,” ucapnya.

Jika pasien kecelakaan lalu lintas belum menjadi peserta BPJS Kesehatan, Bayu menjelaskan, prosedurnya akan menggunakan cara lama. Pasien harus membayar biaya pengobatannya sendiri, lalu menghubungi polisi atas kecelakaan yang dialaminya, dan menagihkan biaya pengobatannya ke Jasa Raharja.

“Enaknya jadi peserta BPJS Kesehatan, pasien kini tak perlu repot lapor ke polisi dan Jasa Raharja saat masuk rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas, karena sistemnya sudah teringrasi,” kata menegaskan.

Ditanya soal guarantee letter dari kepolisian, Direktur Operasional Amos Sampetoding menjelaskan, surat tersebut bisa diperoleh dalam hitungan menit jika rumah sakitnya sudah terhubung dengan Movis Jasa Raharja.

“Baru separo rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang terkoneksi dengan Movis JR. Kami berapa, jumlahnya bisa diperbanyak tahun ini,” kata Amos.

Bayu juga menekankan untuk penjaminan kecelakaan lalu lintas yang berhubungan dengan kecelakaan dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, hal itu tidak masuk dalam manfaat program Jaminan yang ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kecelakaan kerja semacam itu masuk dalam manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (untuk ASN) dan PT Asabri (untuk Prajurit),” ucap Bayu menandaskan. (Tri Wahyuni)