Cegah Pengangguran Ganda, Kemdikbudristek Luncurkan Ayo Kursus!

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Program Ayo Kursus untuk anak bangsa yang terdampak pandemi covid-19. Biaya kursus atau pelatihan itu akan ditanggung pemerintah.

“Program Ayo Kursus ini terintegrasi dengan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW),” kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Wikan Sakarinto dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (22/9/21).

Wikan memastikan program Ayo Kursus tidak tumpang tindih dengan program batuan pemerintah lainnya di masa pandemi ini. Karena syaratnya terbilang cukup ketat, yaitu masyarakat di bawah usia 25 tahun yang tidak sedang sekolah atau kuliah, tidak sedang bekerja dan diutamakan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Selain itu, peserta juga tidak sedang terdaftar sebagai penerima Kartu Prakerja, dan tidak sedang terdaftar sebagai peserta didik pendidikan kecakapan kerja (PKK) dan program kecakapan wirausaha (PKW).

Dijelaskan, Program Ayo Kursus dibuat dengan latar belakang meningkatnya kasus pengangguran di Indonesia selama masa pandemi. Apalagi banyak lulusan SMK yang tidak terserap di dunia kerja, lantaran kurangnya masa praktik karena pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Peserta didik yang lulus SMA/SMK di masa pandemi in dikhawatirkan akan menganggur ganda. Mereka tidak sanggup kuliah karena tidak ada biaya, tetapi tidak bisa bekerja karena keahliannya kurang. Untuk itu, perlu solusi untuk menjaga kualitas SDM selama pandemi berlangsung.

“Lewat Program Ayo Kursus yang terintegrasi PKK dan PKW diharapkan dapat menjangkau sasaran yang lebih strategis dan tepat sasaran. Peserta dapat memilih keahlian sesuai minat dan bakat dalam waktu yang lebih pendek dari pendidikan formal,” ucap Wikan.

Ditambahkan, program ini terintegrasi dengan lembaga penerima program PKK dan PKW yang berpengalaman dalam memberi layanan pendidikan nonformal.

Direktur Kursus dan Pelatihan, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Wartanto mengatakan, target sasaran Ayo Kursus! pada 2021 sebanyak 20.000 orang melalui anggaran program PKK sebesar Rp81 miliar. Dan tambahan sasaran 4.500 orang melalui anggaran program PKW sebesar Rp29,3 miliar.

“Kuota tersebut merupakan sisa kuota program PKK dan PKW tahun lalu. Kami menargetkan angkanya meningkat pada 2022,” kata Wartanto.

Berkat teknologi, lanjut Wartanto, proses pendaftaran Program Ayo Kursus dilakukan secara daring. Proses seleksi akan dilakukan sesuai syarat yang ditetapkan. “Seleksi dilakukan agar penerima Ayo Kursus tepat sasaran,” katanya. (Tri Wahyuni)