Cegah Penyebaran Corona, Kosgoro 1957 Serahkan Bantuan Sembako 40 Ton dan Ribuan APD

0
Masyarakat Kelurahan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan menerima sembako dari Kosgoro 1957. Salah satu ormas pendiri Partai Golkar itu membagikan 40 ton sembako gratis untuk masyarakat terdampak Covid-19 serta Alat Pelindung Diri (APD) ke 17 rumah sakit se-Jabodetabek dan Alat Kesehatan (Alkes) ke 34 Provinsi di Indonesia. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Ormas Pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957 berkomitmen untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka dampak ekonomi yang terjadi akibat wabah Covid-19. Salah satunya dengan membagikan paket sembako gratis untuk masyarakat terdampak Covid-19 serta Alat Pelindung Diri (APD) ke 17 rumah sakit se-Jabodetabek dan Alat Kesehatan (Alkes) ke 34 Provinsi di Indonesia.

“Kosgoro 1957 mengumpulkan 40 ton beras untuk dibagikan ke sejumlah daerah yang berstatus zona merah dan yang melaksanakan PSBB. Hari ini pada tahap awal dikirimkan sebanyak 20 ton dan pada tahap berikutnya akan dikirimkan 20 ton beras lagi. Mudah-mudahan gerakan ini mendorong bagi masyarakat lain yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama,” kata Ketua Majelis Penasihat Organisasi (MPO) Kosgooro 1957, HR Agung Laksono kepada wartawan, Senin (20/4/20).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menyebutkan, akibat wabah Covid-19, sebagian masyarakat tidak bisa bekerja dan lanjutkan usahanya, bahkan usaha kecil terpaksa ditutup.

“Wabah ini menimbulkan masalah sosial, maka ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi seluruh masyarakat juga harus bergotong royong untuk keluar dari wabah ini. Sebab kita tidak menganut lockdown tapi PSBB yang hanya diberlakukan di beberapa daerah,” tuturnya.

Agung Laksono mengatakan, dana dan barang yang terkumpul dari para donatur Dompet Kemanusian Kosgoro 1957 akan dibagikan secara langsung ke masyarakat dan sejumlah rumah sakit.

“Pembagian secara door to door agar tidak menimbulkan kerumunan pada saat pembagian. Jadi tidak ada seremonial pembagian yang berpotensi penularan,” jelasnya.

Agung juga berharap wabah Covid-19 segera berlalu dan meminta seluruh pihak untuk mematuhi aturan yang ada agar bisa memutus rantai penyebarannya.

“Kalau kita semua bersama mematuhi aturan-aturan dari pemerintah, maka makin cepat wabah Covid-19 berlalu,” ujarnya. (Pramuji)