Cegah Perluasan Covid-19, Kemkes Tetapkan Status PSBB bagi DKI

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan (Kemkes) menetapkan Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi DKI Jakarta. Keputusan itu diambil merujuk pada jumlah kasus positif virus corona (covid-19) di provinsi tersebut yang terus bertambah setiap harinya.

“Status PSBB ini diperlukan guna percepatan penanganan covid-19 di DKI Jakarta,” kata Menkes Terawan usai penandatangan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020 tentang Status PSBB bagi DKI Jakarta, di Kantor Kemenkes, Selasa (7/4/20).

Dalam siaran persnya, Terawan menjelaskan, penetapan status PSBB merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang disampaikan pada 1 April 2020 lalu. Setelah itu, Kemkes melakukan kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah wilayah DKI Jakarta dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya.

“Mulai hari ini kami putuskan status PSBB untuk DKI Jakarta guna percepatan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Konsekuensi atas kasus itu, lanjut Terawan, Pemerintah DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB dan secara konsisten mendorong masyarakatnya untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ditambahkan, untuk daerah dengan status PSBB, maka pemerintah akan melakukan peliburan sekolah, tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, moda transportasi, kegiatan khusus terkait pertahanan dan keamanan.

Pengecualian peliburan tempat kerja diberikan bagi kantor atau instansi tertentu yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, serta pelayanan kesehatan.

Terawan menegaskan, status PSBB di DKI Jakarta akan dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran covid-19. (Tri Wahyuni)