Cek Kamar Hingga Jadwal Operasi Kini Bisa Diakses lewat Mobile JKN

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus melakukan pembenahan dalam layanan kesehatannya. Kini mau tahu soal ketersediaan kamar, nomor antrean dokter hingga jadwal operasi bisa diakses lewat aplikasi Mobile JKN.

“Beberapa fitur baru sedang dikembangkan dalam aplikasi Mobile JKN. Semua urusan terkait layanan kesehatan nantinya bisa diakses melalui telepon genggam, tak perlu antre lama di rumah sakit,” kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan (JPKR), BPJS Kesehatan, Budi Muhamad Arief dalam acara ‘Ngopi Bareng BPJS Kesehatan’ di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Budi dalam kesempatan itu didampingi Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Pelayanan Peserta, Dwi Asmariyanti dan Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Rujukan, Beno Herman.

Budi menjelaskan, pengembangan fitur baru dalam aplikasi Mobile JKN merupakan komitmen bersama BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk meningkatka kualitas layanan, kemudahan dan keterbukaan akses informasi bagi peserta program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

“Ini semua merupakan bagian dari kesepakatan BPJS Kesehatan dan PERSI dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Budi menyebut, ada tiga hal yang akan disinkronisasikan melalui teknologi. Tiga hal itu merupakan masalah yang paling banyak dikeluhkan peserta JKN-KIS (Kartu Indonesia Sehat). Diharapkan, pembenahan tersebut akan memberi kenyamanan dan keamanan bagi peserta.

Tiga hal itu adalah layanan antrean elektronik yang akan memberi kepastian waktu kepada peserta JKN-KIS. Selain itu, juga asa display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan kemudahan pasien gagal ginjal kronis untuk mendapatkan layanan cuci darah.

“Kami akomodir kebutuhan itu melalui integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN,” ucap Budi menegaskan.

Dalam fitur terbaru, dijelaskan, peserta JKN-KIS dapat melakukan pendaftaran ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tahap Pertama) diantaranya Puskesmas melalui Mobile JKN. Peserta akan dapat nomor antrian di FKTP, dan diminta datang sesuai nomor antrean agar tidak menumpuk di rumah sakit.

“Jika peserta dirujuk atau membutuhkan pelayanan di rumah sakit, pendaftaran ke FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) melalui Mobile JKN. BPJS Kesehatan mengintegrasikan sistem informasi dari FKTP dan FKRTL,” tuturnya.

Ditambahkan, uji coba sistem baru tengah diuji coba di 50 rumah sakit. Jika berjalan dengan baik, maka sistem baru tersebut akan diterapkan ke fasilitas kesehatan lebih banyak. Setelah itu baru dilakukan secara nasional.

“Pada awal 2020 ini, kami melihat dari dekat penerapan sistem baru di RSUD Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. peserta JKN-KIS yang dirujuk dari FKTP sekitar bisa langsung didaftarkan ke antrean di RSMS Purwokerto lewat aplikasi Mobile JKN,” katanya.

Fitur baru dalam Mobile JKN terintegrasi dengan data nomor rujukan pada aplikasi P-care milik FKTP. Fitur itu juga memungkinkan peserta mengubah jadwal kedatangan 1 kali ke RS sehingga ada kepastian kedatangan dan kepastian pelayanan di RS.

Tentang fitur Ketersediaan Tempat Tidur, peserta JKN yang butuh perawatan di rumah sakit bisa cek dulu melalui aplikasi, sebelum datang ke sakit. Sehingga bisa lebih hemat waktu, tenaga dan uang. “Ini sekaligus menghilangkan kecurigaan kedua belah pihak, terkait ada atau tidaknya kamar di rumah sakit,” ujar Budi.

Aplikasi juga memiliki fitur tentang informasi rencana tindakan operasi bagi peserta. Peserta dapat mengetahui waktu operasi, sehingga bisa mempersiapkan mental sebelum pelaksanaan. “Informasi ini hanya bisa diakses pasien yang akan operasi melalui kode tertentu. Jadi tak semua orang tahu soal semua jadwal tindakan operasi ini,” katanya.

Pembenahan lain adalah pelayanan bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodalisis) di rumah sakit dan sudah terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print). Surat rujukan yang berakhir setelah 90 hari dapat diperpanjang di rumah sakit, sehingga pasien tidak lagi direpotkan untk mengurus perpanjangan surat rujukan ke FKTP.

“Hal ini diharapkan dapat memotong birokrasi dan semakin mempermudah pasien JKN-KIS untuk dapat mengakses layanan cuci darah,” kata Budi menegaskan.

Data BPJS Kesehatan per 3 Januari 2020 menunjukkan, sudah ada 1.784 dari 2.220 rumah sakit mitra (80,36 persen) memiliki sistem antrian elektronik dan 1.739 rumah sakit (78,33 persen) memiliki display ketersediaan tempat tidur. Targetnya, seluruh rumah sakit mitra BPJS Kesehatan memiliki sistem baru yang diintegrasikan dengan Mobile JKN pada 2020. (Tri Wahyuni)