China Importir Sayuran Terbesar ke Indonesia

0
Ilustrasi

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada November sebesar 16,88 miliar dolar AS. Beberapa impor komoditas yang meningkat pada November adalah besi, baja dan sayuran.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, impor sayuran Indonesia mengalami peningkatan nilai sebesar 57 juta dolar AS jika dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Oktober impor sayuran sebesar USD 40 juta, sementara November 97 juta dolar AS.

“Peningkatan terbesar itu minuman 75,3 juta dolar AS, besi dan baja 64,7 juta dolar AS, dan sayuran 57 juta DOLAR AS,” ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurut data BPS, impor sayuran pada November tercatat sebesar 116.536 ton. Terbesar berasal dari China sebesar 94.054 ton, disusul oleh Myanmar 1.273 ton, Etiopia 3.144 ton, Australia 1.470 ton dan Selandia Baru sebesar 44 ton.

Secara akumulatif, sejak Januari hingga November impor sayuran sudah mencapai 732.715 ton. Dengan keseluruhan nilai impor telah mencapai 602 juta dolar AS.

Pada bulan yang sama, penurunan impor juga terjadi pada beberapa komoditas barang konsumsi. Salah satunya, produk buah-buahan seperti anggur dari China turun 29,4 juta dolar AS, jeruk mandarin turun 15,6 juta dolar AS serta pear juga turun.

“Bahan baku turun 4,14 persen atau 12,86 miliar dolar AS. Ada beberapa bahan baku yang turun seperti kedelai, gandum dan florid. Barang modal turun 5,92 persen atau 2,59 miliar dolar AS seperti gasoline engine dan beberapa mesin lainnya yang menurun,” jelas Suhariyanto. (Bobby MZ)