“Cinta yang Memulihkan” Kumpulan Cerpen Penulis ALINEA Diluncurkan

0

JAKARTA (Suara Karya): Menjelang tutup tahun 2022, Perhimpunan Penulis ALINEA meluncurkan buku terbaru yakni kumpulan cerita pendek alias cerpen berjudul “Cinta yang Memulihkan” yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Acara yang dikemas dengan nama ‘Pesta Peluncuran’ ini dilaksanakan di Perpustakaan Baca di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2022) malam.

Mengingat penulis dan anggota ALINEA tersebar di berbagai kota, acara pun digelar dengan hybride. Jadi selain langsung di Baca Tebet, peserta dapat mengikuti via zoom.

Sejumlah penulis yang menyumbangkan cerpennya hadir dan kemudian membacakan karyanya, diiringi musikalisasi gitar dan biola. Diantara hadirin yang memadati perpustakaan yang ikonik di Jakarta itu terdapat pianis Ananda Sukarlan, dan Presidium ALINEA, Mardiyah Chamim dan Putu Fajar Arcana. Hujan yang mengguyur ibukota sejak siang tak menghalangi hadirin datang ke acara ini.

Sesuai tajuk yang diangkat, ‘Pesta Peluncuran’ perkenalan buku kumpulan cerpen “Cinta yang Memulihkan “ ini memang dibuat meriah, penulis dan hadirin larut dalam percakapan dan nyanyi bersama yang menggembirakan. Violis Mia Ismi yang sudah sering tampil di berbagai event ini menjadi bintang malam itu. Gairah bernyanyi dan permainan biolanya menarik hadirin untuk berdiri, lalu bernyanyi dan ikut bergoyang.

Acara yang dipandu MC Ade Andriani dan Haikal Baron memang pestanya penulis ALINEA. Bila selama ini para penulis berkutat di ruang sunyi untuk menuangkan gagasannya, saatnya pesta peluncuran “Cinta yang Memulihkan” benar-benar jadi sarana untuk menghibur dan memulihkan jiwa dan raga yang letih, juga untuk memulihkan kondisi yang kian membaik pasca-Covid-19.

Penulis biografi Alberthiene Endah dan cerpenis Kurnia Effendi mengungkapkan mengapa kumpulan cerpen “Cinta yang Memulihkan” ini terbit. Alberthiene yang ikut menggagas buku ini mengatakan, konsep cinta sangat universal, dengan menulis cerpen diharapkan tumbuh cinta dan cinta menjadi obat untuk memulihkan beragam perasaan yang mencemaskan karena banyak persoalan, terutama ketika Covid-19 menghantam.

Sementara Kurnia Effendi yang menjadi editor dan terus menerus mengingatkan para penulis untuk merampungkan karyanya mengatakan, kondisi masyarakat di masa Covid-19 ini membuat hidup terasa penat, semua gerak sosial dibatasi, dan melukai. Kita butuh ruang refleksi. “Karena itulah buku ini digagas dan lahir. Dalam menghadapi New Normal, kita butuh obat dan obat itu adalah cinta .

Kumpulan cerpen ini bukti cinta kita pada kehidupan dan utamanya untuk memulihkan semua yang luka karena pandemic,”katanya.

Budayawan Putu Fajar Arcana yang juga Presidium ALINEA dalam sambutannya mengatakan, dengan buku kumpulan cerpen “Cinta yang Memulihkan” ALINEA ingin menunjukkan ke publik bahwa kita punya soliditas dan kekuatan luar biasa. “Para penulis di buku ini adalah penulis terkenal dan hebat, banyak yang sudah punya buku dan kumpulan puisi, tapi mereka tetap mau menulis untuk buku kumpulan cerpen “Cinta yang Memulihkan “ ini,” kata Putu yang punya sapaan akrab Bli Can.

Sebagai pengelola Baca di Tebet, Kanti W Janis yang juga penulis dan ikut menyumbang satu cerpen di buku ini ikut memberikan sambutan. Kanti menjelaskan tentang ide mambangun perpustakaan kebanggaan yang dinamai Baca di Tebet. “Selama ini kita menilai perhatian pemerintah kurang terhadap penulis dan dunia perbukuan. Munculnya Baca di Tebet diharapkan menjadi tempat kumpul yang asyiik bagi penulis. Di sini kita bisa berdiskusi tentang buku dan dunia kepenulisan dengan nyaman dan berkualitas,” kata Kanti.

Kekuatan Cinta

Konsep kumpulan cerpen “Cinta yang Memulihkan” ini disusun agak berbeda dengan buku kumpulan cerpen sejenis. Tanpa ada pengantar penyusun atau editor, apalagi pengantar penerbit. Kumpulan cerpen 295 halaman ini langsung mengenalkan di halaman mukanya siapa 22 penulis hebat ALINEA. Dari sini kita disodorkan informasi sosok hebat penulis Indonesia yang bergabung di ALINEA.

Namun, sebelum daftar isi, pembaca disuguhi satu paragraf kalimatyang penuh makna dan menjadi esensi dari seluruh isi cerpen tersebut. Kalimat ini berbunyi “Hidup tak selalu menyodorkan realitas indah. Luka dan pahit berenang di antara riak bahagia. Tapi cinta punya kekuatan memulihkan . Memperbarui lagi keyakinan, esok cahaya masih ada.”

Pesta Peluncuran kumpulan cerpen “Cinta yang Memulihkan” menyuguhkan pembacaan cerpen oleh penulisnya langsung, diiringi gitar dan juga biola. Mereka yang tampil membacakan cerpen adalah; Magdalena Sitorus, Debra H Yatim, Kanti W Janis, Laura Ariesta, Yuke Ardhiati, dan Arie Ambarwati yang membacakan cerpennya via zoom.

Aacara Pesta Peluncuran tadi malam diakhir dengan penampilan DJ Dian Carlo sambil bergembira ria di tengah hujan yang tak mau berhenti. (Pramuji)