Daftar ke PTN, Kini Peserta Wajib Buka Akun di LTMPT

0

JAKARTA (Suara Karya): Untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri (PTN), peserta wajib buka akun di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Registrasi itu penting, terkait rencana penerapan kebijakan Single Sign On (SSO), yang menjadi tahap awal dalam penerimaan mahasiwa baru di PTN tahun 2020.

“Caranya mudah, cukup daftar melalui laman https://portal.ltmp t.ac.id,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Ravik dalam kesempatan itu didampingi Wakil Ketua I, Mohammad Nasih, Wakil Ketua II, Sutrisna Wibawa, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdikbud, lsmunandar dan Wakil Sekjen MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia), Syafsir Akhlus.

Dirjen Belmawa Ismunandar menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru di PTN sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang terbagi dalam tiga jalur utama, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui nilai rapor sekolah, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui ujian tulis dan jalur Mandiri yang diselenggarakan di masing-masing PTN.

Terkait daya tampung, disebutkan, pada jalur SNMPTN ditetapkan kuota minimum 20 persen daya tampung PTN, SBMPTN kuota minimum 40 persen dan jalur Mandiri dengan kuota maksimum 30 persen dari daya tampung PTN.

Soal beasiswa Bidikmisi dari pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP), Ismunandar mengatakan, pemerintah tetap memberi bantuan kepada siswa tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Tak ada perubahan signifikan antara program Bidikmisi dan KIP, hanya dari sisi nama serta menjadi terintegrasi,” katanya.

Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (ADik) dengan terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran program KJP-K dan ADik yang dapat dilihat melalui laman sebagai berikut, http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id dan http://adik.kemdikbud.go.id.

Ravik mengingatkan waktu pelaksanaan registrasi akun LTMPT yang terbagi dua. Untuk pengisian Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS) dan SNMPTN, registrasi dibuka mulai 2 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020. Sedangkan registrasi akun LTMPT untuk UTBK dan SBMPTN mulai 7 Februari hingga 5 April 2020.

Kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN, secara rinci disebutkan, registrasi akun di LTMPT mulai 2 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020. Pengisian PDSS dan pemeringkatan siswa oleh sekolah pada 13 Januari hingga 6 februari 2020. Pendaftaran SNMPTN pada 11-25 Februari 2020 dan pengumuman Penerimaan SNMPTN pada 4 April 2020.

Untuk SBMPTN, disebutkan, pendaftaran akun LTMPT pada 7 Februari hingga 5 April 2020. Pendaftaran UTBK pada 30 Maret hingga 11 April 2020. Pelaksanaan UTBK pada 20-26 April 2020. Pengumuman UTBK pada 12 Mei 2020 dan pendaftaran SBMPTN pada 2-13 Juni 2020. Dan pengumuman penerimaan SBMPTN pada 30 Juni 2020.

Ravik menyebut perubahan lainnya, yaitu peserta hanya dapat 1 kali kesempatan ikut UTBK pada pelaksanaan SBMPTN 2020. Karena, hasil evaluasi menunjukkan tak ada perbedaan signifikan antara nilai pada UTBK tahap pertama dan kedua. Bahkan tak sedikit peserta yang dapat nilai jeblok pada ujian kedua.

“Peserta UTBK nanti hanya ujian satu kali saja, sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti, apakah Saintek, Soshum atau Campuran,” ujarnya.

Pelaksanaan UTBK pada 2020 akan berlangsung selama satu minggu, yang mencakup 14 sesi (dua sesi setiap hari). UTBK digelar di Pusat UTBK yang tersebar di 74 PTN se-Indonesia.

“Hasil UTBK nantinya hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2020. Hasil nilainya akan diberikan ke peserta secara individu. Hasil UTBK 2020 bisa dipergunakan oleh PTN untuk penerimaan jalur mandirinya. Jadi tidak perlu buat tes lagi,” ujar Ravik.

Ravik kembali menambahkan hal-hal baru dalam pelaksanaan SNMPTN 2020, yaitu pemeringkatan siswa di PDSS dilakukan oleh sekolah. Berbeda dari tahun lalu, pemeringkatan siswa dilakukan berdasarkan basis data pendidikan.

“Sekolah diberi tanggungjawab dalam pemeringkatan, karena lebih memahami dan mengetahui kemampuan siswanya maising-masing. Orangtua, sekolah, dan masyarakat dapat protes, jika terjadi manipulasi data,” ujar Ravik.

Ditambahkan, jumlah siswa yang masuk pemeringkatan pun mengikuti ketentuan kuota akreditasi sekolah, yakni sekolah berkreditasi A kuota sebanyak 40 persen, akreditasi B kuota 25 persen dan sekolah dengan akreditasi C kuota 5 persen untuk siswa terbaik di sekolahnya. (Tri Wahyuni)