Dampak Covid-19, KKP Keluarkan Sejumlah Kebijakan

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kelautan dan Perikanan Edhie Prabowo, telah melakukan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19 terhadap nelayan dan pelaku usaha di sektor perikanan.

Edhi mengatakan, terkait dengan harga ikan misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan telah melakukan sejumlah langkah diantaranya dengan mengirimkan surat edaran (SE) kepada pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam surat tersebut, Eddy mengajak Pemda untuk melibatkan nelayan dan pembudidaya pada setiap bantuan sosial maupun bantuan lainnya.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar memasukkan ikan dalam paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Usulan ini pun di klaim Edhie, telah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat untuk mengonsumsi ikan guna meningkatkan imunitas.

“Upaya lain yang telah kami lakukan, yaitu bekerja sama dengan BUMN di sektor perikanan untuk menyerap tangkapan nelayan serta produksi pembudidaya,” katanya di Jakarta, Jumat (1/5/2020)

Terkait masalah BBM, dia meminta KNTI untuk melakukan terobosan guna melawan mafia BBM. Sebab Penambahan kuota subsidi pun dirasa bukan solusi terbaik karena nantinya hanya dinikmati mafia BBM.

“BBM saya butuh ada terobosan, pola lama sudah kebaca, saya tambah (kuota) akan dimakan lagi, tidak kebagian lagi nelayan. Saya tambahkan kuota tetap saja mereka (mafia) yang nikmatin,” tutur Edhy.

Sementara itu, terkait kendala pemodalan, KKP telah menyiapkan dana melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). KKP kata Edhy siap membantu KNTI jika tertarik untuk bergerak secara kooperatif mendirikan usaha bersama.

“Butuh modal saya bantu lewat BLU. KNTI bisa membuat koperasi untuk membeli hasil tangkapan kita modali. KNTI mau membangun cold storage kita modali,” jelasnya.  (Tri Wayuni)