Dampak Covid-19, Tes Potensi Akademik dalam UTBK-SBMPTN Ditiadakan

0

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melakukan sejumlah perubahan terkait pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Salah satunya, meniadakan Tes Potensi Akademik (TPA).

“Peserta UTBK tahun ini hanya mengerjakan satu tes saja, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dengan waktu 105 menit atau 1 jam 45 menit. Guna meringkas waktu UTBK, kami terpaksa meniadakan TPA,” kata Ketua LTMPT, Mohammad Nasih dalam jumpa pers virtual terkait pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020, Rabu (24/6/20).

Dalam kesempatan itu hadir Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam dan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (MRPTNI), yang juga Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) Jamal Wiwoho.

Nasih menjelaskan, peniadaan TPA dalam pelaksanaan UTBK-SNMPTN 2020 adalah semata memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, peserta tidak perlu berada dalam ruangan dengan peserta lainnya terlalu lama.

“Kesehatan dan keselamatan peserta adalah yang utama. Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 dirancang untuk melindungi kesehatan semua pihak, tak hanya peserta, tetapi juga panitia, pengantar peserta, hingga masyarakat di sekitar lokasi UTBK,” ucapnya.

Peringkasan waktu juga dilakukan pada pelaksanaan UTBK yang sebelumnya direncanakan sebanyak 4 sesi per hari menjadi 2 sesi per hari. Sesi pertama, yaitu pada pukul 09.00 hingga 11.15 WIB/WIT/WITA. Sesi kedua, yaitu pukul 14.00 hingga 16.15 WIB/WIT/WITA.

Konsekuensi lainnya adalah, UTBK yang semula akan digelar pada 5-12 Juli dibuat dalam dua gelombang. Pertama, pada 5- 14 Juli 2020. Gelombang kedua, pada 20-29 Juli 2020.

“Penetapan UTBK digelar pada 5-12 Juli 2020, dengan asumsi pandemi covid-19 di Tanah Air suda reda pada masa itu. Namun kenyataannya, pandemi masih berlangsung hingga kini. Untuk itu, kami putuskan untuk melakukan beberapa perubahan dalam pelaksanaan UTBK,” ujar Nasih yang juga Rektor Universitas Airlangga tersebut.

Dengan demikian, jadwal pengumuman hasil SBMPTN yang semula dijadwalkan pada 25 Juli diundur menjadi 20 Agustus 2020.

Bagi peserta yang tinggal di luar provinsi/kabupaten/kota yang tidak dapat hadir ke lokasi ujian dengan alasan keselamatan dan kesehatan dapat mengikuti tes di daerah masing-masing. Pusat UTBK akan menggandeng SMA atau SMK untuk lokasi pelaksanaan tes di daerah tersebut.

“Kami akan mendata dulu berapa jumlah peserta yang tidak bisa datang lokasi ujian. Kami coba gandeng SMA atau SMK di wilayah zonasi peserta sebagai tempat ujian. Sekolah tersebut syaratnya, minimal pernah menjadi tempat untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ujarnya.

Upaya itu dilakukan, lanjut Nasih, agar tidak ada pergerakan dari satu wilayah ke wilayah lain. Peserta yang berada di luar Pusat UTBK akan menjalankan ujian di wilayah domisilinya masing-masing.

Nasih mengemukakan, LTMPT tengah melakukan penjadwalan ulang dan relokasi tempat tes. Perubahan itu akan diinformasikan kepada seluruh peserta UTBK-SBMPTN melalui saluran informasi resmi.

Untuk itu, peserta diminta segera login kembali ke portal LTMPT untuk mencetak Kartu Tanda Peserta Baru. Waktu untuk pencetakan Kartu Tanda Peserta Baru akan diinformasikan lebih lanjut melalui laman LTMPT. (Tri Wahyuni)