Dari Wisuda STP Trisakti, Mahasiswanya Sudah ‘Diijon’ Sebelum Lulus!

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti terus meningkatkan diri agar lulusannya terserap di dunia kerja. Tak heran jika lulusannya banyak terserap di dunia kerja, bahkan tak sedikit yang diminta lanjut bekerja (diijon) setelah magang usai.

“Kuncinya ada di program ‘link & match’. Kita terus berkomunikasi dengan industri di sektor pariwisata, kompetensi yang dibutuhkan. Lalu kita ciptakan itu,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati usai melantik 561 wisudawan program magister, sarjana dan sarjana terapan untuk tahun akademik 2021/2022, di Jakarta, Sabtu (15/10/22).

Fetty menegaskan, upaya itu bagian dari komitmen STP Trisakti untuk menjadikan perguruan tingginya sebagai unggulan dalam ilmu pariwisata dan hospitality. “Kami terus meningkatkan diri agar lulusan STP Trisakti memiliki kompetensi, agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Ketua Pengurus Yayasan Trisakti,
Mayjen (Purn) Dr Bimo Prakoso. Ia mengaku bangga karena tak sedikit mahasiswa STP Trisakti yang ‘diijon’ sebelum lulus. Kondisi yang sama pada mahasiswa program double degree dengan kampus asing.

“Dunia pariwisata tak akan pernah mati dibanding sektor bisnis lainnya. Meski sempat terpuruk selama dua tahun karena pandemi covid-19, kini dunia pariwisata mulai menggeliat dan bangkit kembali,” ujarnya.

Bimo menambahkan, masyarakat Indonesia beruntung karena dianugerahi alam yang bagus, budaya dan adat istiadat yang luar biasa, dan kuliner yang beraneka beragam. Semua potensi itu bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata yang akan memberi devisa kepada negara, bukan jadi alasan untuk perpecahan.

Ia berharap lulusan STP Trisakti bisa melihat peluang tersebut, sehingga dunia pariwisata di Indonesia bisa menjadi pemasukan devisa negara terbesar di masa depan.

“Sektor bersumber alam seperti minyak, batubara atau materi lainnya bisa mati, tetapi tidak pariwisata. Untuk itu, pemerintah harus memberi perhatian khusus pada sektor pariwisata untuk pemasukan devisa di masa depan,” ucap Bimo menandaskan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani mengingatkan wisudawan agar memiliki 5 kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.

“Selagi menjadi mahasiswa, kejar 5 kompetensi ini selain hardskill agar mampu bersaing di dunia kerja yang makin kompetitif,” ujarnya.

Lima kompetensi itu adalah kemahiran dalam berbahasa Inggris, beragam sertifikat pelatihan, kecepatan dalam pengetikan, machine operation dan computer programming.

Salah satu wisudawan yang prestasi tahun ini adalah Rotrauth Trouche Martha Flassy, program joint degree di tiga negara yaitu di kampus STP Trisakti Jakarta, International Management Institute (IMI) di Swiss, dan di Dong A University di Korea Selatan.

“Saya bangga, anak saya bisa lulus dengan baik pada program joint degree ini. Selain kuliah di Jakarta, dia juga kuliah di Korea Selatan dan dua semester di Swiss. Nilai IP-nya sangat bagus, 3.85,” kata ayah sari Rotrauth, Dance Yulian Flassy.

Dance mengaku awalnya sempat kesal kepada istri karena mengarahkan anaknya kuliah di pariwisata, tak mengikuti jejak ayahnya sebagai alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

“Sekarang saya bangga karena Rotrauth memilih pariwisata. Karena ia punya ilmu yang bisa digunakan untuk memajukan pariwisata Papua,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Papua tersebut.

Bahkan, lanjut Dance, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah provinsi Papua untuk mengalokasikan program beasiswa pendidikan tingginya ke STP Trisakti. Sehingga makin putra daerah yang bisa mengembangkan pariwisata di Papua.

“Papua punya destinasi wisata dan budaya yang unik. Semua itu bisa dikembangkan secara luas, hingga bisa menjadi pemasukan devisa negara,” kata Dance yang awal karirnya menjadi karyawan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) tersebut.

Kebanggaan yang sama disampaikan Nuriko Sari, Director of Sales Marketing at Sanghyang Indah Spa Resort yang melanjutkan kuliah sarjananya di STP Trisakti. Ia senang karena pihak kampus memberi banyak kemudahan lewat kuliah daring dan materi kuliah yang bisa dipelajari di rumah.

“Saya senang sekaligus bangga menjadi lulusan STP Trisakti. Ilmu yang saya dapat sangat berguna untuk pengembangan karir saya,” ucap Nuriko. (Tri Wahyuni)