Darmin Sebut Avtur dari CPO Dapat Digunakan 2021

0
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya memberikan keterangan pers usai peresmian MRO di Batam, Kepulauan Riau, Rabu. (Antara)

BATAM (Suara Karya): Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan green avtur, atau avtur yang berasal dari CPO sudah dapat digunakan pada 2 hingga 2,5 tahun lagi atau sekitar tahun 2021.

“Kalau avtur bisa segera, 2 sampai 2,5 tahun dari sekarang sudah bisa,” kata Menteri usai menghadiri peresmian MRO Lion Air di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Ia mengatakan, dengan menggunakan avtur, maka dapat menghemat biaya industri penerbangan hingga miliaran rupiah.

Pemerintah terus mengembangkan pengolahan CPO menjadi berbagai jenis bahan bakar.

“Pengembangan CPO tidak sekedar avtur,” kata dia.

Saat ini pemerintah telah membuat kesepakatan dengan pebisnis kelapa sawit dan pihak maskapai menerbangan untuk pengembangan avtur dari CPO.

Di tempat yang sama, pendiri Lion Air Rusdy Kirana menyambut baik upaya pemerintah mengelola CPO menjadi avtur.

“Menteri sudah bahas CPO bisa diubah jadi avtur sehingga merubah devisa dari negatif menjadi positif,” kata dia

Dafi Jakarta dilaporkan, Presiden Joko Widodo mengarahkan minyak sawit atau CPO untuk diolah menjadi bahan bakar berjenis “green avtur” (bahan bakar avtur yang ramah lingkungan).

“Saya melihat CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam sehingga kalau itu bisa, pertama mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan akan semakin baik,” kata Presiden Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta beberapa waktu lalu.

Presiden juga meminta Pertamina untuk pemanfaatan CPO melalui ‘co-processing’ guna memproduksi green diesel maupun green gasoline di sejumlah kilang minyak PT Pertamina.

Dia juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

“Itu penting semua untuk melaksanakan ini dan kita harapkan juga mempercepat perkembangan industri ‘green refinery’ kita,” jelas Presiden.

Presiden berharap penggunaan Biodiesel B20 pada Januari 2020 dapat berpindah ke B30.

“Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata Presiden. (Yunafry)