Dayung Belang Raih Penghargaan API Kategori Aktraksi Terpopuler

0

JAKARTA (Suara Karya): Atraksi Dayung Belang asal Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku meraih juara kedua untuk kategori “Atraksi Terpopuler” dalam acara Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Dayung Belang adalah atraksi warisan, yang menjadi simbol peperangan di masa lalu. Atraksi itu menggunakan dayung atau perahu kecil untuk merebut pulau-pulau yang ada di wilayah Maluku dan sekitar,” kata Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Roy Rahajaan disela acara penghargaan pada Jumat (22/11/2019) malam, di Jakarta.

Roy menjelaskan, Dayung Belang adalah perahu kecil buatan penduduk asli Maluku Tenggara. Perahu tersebut dibuat dari bahan kayu. Sebelum digunakan, perahu tersebut harus melewati upacara adat terlebih dahulu,” ucap Roy.

Hal senada dikemukakan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin. Kabupaten Maluku Tenggara telah empat kali meraih penghargaan dari pemerintah pusat dalam bidang pariwisata dalam 4 tahun belakangan ini.

“Kami berharap penghargaan API tahun ini makin mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara. Karena hal itu akan berdampak pada perolehan devisa daerah,” kata Petrus.

Ia mengakui, sektor pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara belum dikenal masyarakat secara luas. Dibutuhkan promosi dari para pihak agar surga tersembunyi yang menyimpan puluhan destinasi potensial ini menarik perhatian bagi wisatawan dalam maupun luar negeri.

“Kami sebenarnya memiliki lebih 76 wisata destinasi, mulai dari kuliner, adat istiadat sampai ke wisata alam. Sektor ini akan kami kembangkan lebih luas lagi, sesuai dengan arahan dan komitmen Bupati Muhammad Thaher Hanubun,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Petrus, juga telah menetapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan pendapatan daerah di sektor pariwisata. Disebutkan, antara lain meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata dan pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata yang telah ditetapkan.

“Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana promosi pariwisata ini bisa dilakukan. Selain menggaet agen-agen wisata, kami juga akan menggelar beragam acara yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan dalam maupun luar negeri,” katanya.

Terkait acara, Petrus menyebut Maluku Tenggara sudah memiliki Festival Meti Kei yang sudah dikenal masyarakat. Sejumlah acara festival juga akan dibuat untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisata di wilayah tersebut.

“Rencananya, acara Sail Kei akan kami gelar pada pertengahan tahun depan. Gaung acaranya semoga tak hanya mencapai level nasional, tetapi juga internasional,” ucap Petrus menandaskan. (Tri Wahyuni)