Demi Kesetaraan Digital, Kemkominfo Dorong Kolaborasi Sektor Pendidikan

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar ‘Kick Off’ Literasi Digital Sektor Pendidikan secara hibrida dari Jakarta, pada Kamis (23/2/23).

Acara yang diikuti lebih dari 200 wakil dari perguruan tinggi negeri maupun swasta itu membahas upaya Indonesia dalam menghadapi era perkembangan teknologi di masa kini.

Dalam sesi talkshow bertajuk ‘Transformasi Digital di Era 5.0’ itu menghadirkan narasumber Direktur Pemberdayaan Informatika, Kemkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto dan praktisi literasi digital yang juga Ketua Umum Siberkreasi, Donny Budi Utoyo.

Kesetaraan digital di sektor pendidikan menjadi penting karena hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional oleh Kemkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada 2022 lalu menunjukkan, kapasitas literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.54 dari 5.00 atau masuk kategori ‘sedang’.

Materi yang diberikan merujuk pada 4 pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital dan keamanan digital.

Direktur Pemberdayaan Informatika, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyatakan, literasi digital tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, upaya kerja sama dengan berbagai pihak perlu dilakukan secara masif. Termasuk dengan sektor pendidikan.

“Kolaborasi baru saja terjadi saat Kemkominfo menandatangani 12 perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Bonifasius berharap,
kampus sebagai jantung dari akademik dan mahasiswa sebagai penerus bangsa akan meneruskan cita-cita untuk menciptakan Indonesia makin maju.

“Kami mengajak mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ikut menyampaikan materi literasi digital ke masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, Kemkominfo tak hanya berkolaborasi dengan perguruan tinggi, tetapi juga dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Lewat kerja sama masif itu diharapkan terjadi peningkatan indeks literasi digital pada 2023.

Di penghujung acara, Bonifasius kembali menegaskan, kolaborasi akan terus dilanjutkan dengan berbagai perguruan tinggi. Sehingga kampus di Indonesia semakin terkoneksi dan maju.

Ketua Umum Siberkreasi, Donny Budi Utoyo menyampaikan data hasil indeks literasi digital pada 2022, dimana keamanan digital memiliki nilai paling rendah.

“Jika dilihat hasil indeks, posisi perempuan tidak setara dengan laki-laki. Setelah diusut, salah satu penyebabnya adalah kesenjangan akses perempuan terhadap teknologi,” ungkapnya.

Keterampilan digital perempuan, lanjut Donny, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) juga lebih rendah dari laki-laki. “Mulai sekarang kita harus memberi akses yang sama, agar perempuan memiliki keterampilan yang sama terhadap teknologi digital,” ujarnya.

Donny juga berharap, TIK tidak terlalu kental dengan urusan laki-laki. Intinya, bukan pada sektor keilmuan, tetapi sektor pendidikan harus bisa merancang kegiatan atau konten yang memiliki keberpihakan terhadap perempuan.

Donny mengingatkan, pentingnya kemampuan digital dimiliki generasi yang hidup di era tahun 2030-2035. Itu artinya, siswa yang saat ini duduk di kelas 4-5 SD sudah mulai dikenalkan literasi digital untuk kemudahan hidup di era tersebut. (Tri Wahyuni)