Demi Kualitas Demokrasi, Capres Independen Layak Diperjuangkan

0

JAKARTA (Suara Karya): Kehadiran calon presiden (capres) independen dalam alam demokrasi sejatinya adalah sebuah keniscayaan, sehingga layak untuk diperjuangkan. Hal itu juga bisa meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, capres independen di banyak negara demokrasi di dunia merupakan hal biasa. Karena konstitusi di negara tersebut membolehkan atau memberi ruang yang setara dengan capres dari partai politik.

Bagi negara yang sudah memilih demokrasi sebagai sistem pemerintahannya, maka menjadi konsekuensi logis jika negara menjamin setiap warga negaranya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Bagi Indonesia calon pemimpin dari non parpol bukan sesuatu yang baru. Hal itu sudah diterapkan dalam pemilihan kepala daerah, meski prosesnya butuh perjuangan yang panjang,” kata Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (28/10/21).

Artinya, lanjut Fahira, wacana capres independen bukan sesuatu hal yang mustahil, selama itu menjadi kehendak rakyat lewat amandemen konstitusi. Negara demokrasi yang belum memberi ruang bagi capres independen, berarti masih menyumbat hak-hak politik warga negara untuk dipilih dalam pemilu.

“Jika ada wacana amandemen konstitusi untuk memberi ruang kepada capres independen tidak perlu dirisaukan lagi, karena itu hal yang biasa saja,” ujarnya.

Menurut Fahira, tantangan Indonesia sebagai bangsa di masa depan akan semakin besar. Untuk itu, bangsa ini harus membuka keran selebar-lebarnya kepada capres independen untuk regenerasi kepemimpinan nasional.

“Memberi ruang kepada para capres independen, akan memunculkan calon-calon alternatif yang mempunyai kualitas mumpuni dalam memimpin bangsa ini,” ucapnya.

Kehadiran capres independen, lanjut Fahira, membuat rakyat memiliki banyak alternatif pilihan dalam menentukan siapa pemimpin yang mereka anggap punya kualitas dan kemampuan. Ini penting, karena negara sebesar Indonesia harus benar-benar dipimpin oleh sosok dengan kualitas kepemimpinan yang teruji.

“Kehadiran capres independen bisa menjadi oase demokrasi dan menjadi cara yang paling efektif dalam  meningkatkan kualitas demokrasi kita,” tukasnya.

Meski hal itu bukan diskursus baru, keinginan banyak kalangan agar konstitusi Indonesia memberi ruang bagi capres independen untuk berlaga dalam pilpres. “Hal yang dilakukan banyak negara demokrasi di dunia harus terus disuarakan,” kata Fahira menandaskan. (indra)