Devisa Terkuras Rp97 Triliun, Indonesia Serius Garap ‘Health Tourism’

0

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia memiliki peluang yang besar menjadi salah satu destinasi wisata kesehatan di Asia. Selain memiliki dokter-dokter berkualitas, juga tersedia ratusan rumah sakit dengan fasilitas canggih dan wisata alam Indonesia yang indah.

“Devisa kita terkuras hingga Rp97 triliun untuk berobat ke Singapura dan Malaysia. Pameran ini bagian dari pengembangan heath tourism tersebut,” kata Ketua umum Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi), dr Mukti E Rahadian, MARS, MPH kepada wartawan, di Jakarta, Senin (7/3/22).

Pernyataan tersebut disampaikan terkait rencana pameran bertajuk ‘Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2022’ yang digelar di Mall Kota Kasablanka, Jakarta pada 9-13 Maret 2022.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pameran, Brigjenpol (Purn) dr Leny Pintowari, SpKO dan CEO RajaMICE, Panca Rudolf Sarungu.

Dr Mukti menjelaskan, pameran layanan kesehatan semacam ini diperlukan untuk pemberitahuan ke masyarakat bahwa rumah sakit di Indonesia telah memiliki dokter dengan beragam keahlian dan fasilitas canggih. Sehingga masyarakat tak perlu ke luar negeri untuk mendapat layanan semacam itu.

“Pameran ini menyasar orang Indonesia yang masih memiliki paradigma dokter luar negeri itu lebih baik dibanding di Indonesia. Termasuk kalangan ekspatriat di sini. Lewat pameran ini, kami ingin masyarakat melihat keberhasilan rumah sakit kita dalam berbagai operasi, yang termudah hingga tersulit,” tuturnya.

Dijelaskan, konsep kedokteran wisata kesehatan Indonesia terbagi dalam 5 pilar, yaitu wisata medis, wisata kebugaran, estetika, anti penuaan dan herbal tersaitifikasi, wisata ilmiah kedokteran, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan dukungan sektor kesehatan di destinasi prioritas dan super prioritas.

“Program tersebut telah diadopsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bahkan, program tersebut ditetapkan sebagai kegiatan prioritas pada tahun ini,” ujarnya.

Guna mendukung kegiatan, lanjut dr Mukti, Perkedwi juga mengembangkan beberapa platform digital yang digunakan sebagai ‘branding’ dan promosi untuk kolega yang memiliki layanan unggulan dalam ekosistem health tourism. “Platform itu akan dipromosikan ke komunitas dan travel agency sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan jika memerlukan baik untuk medis atau kebugaran,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahduddin Uno dalam sambutannya secara daring, mengatakan, wisata kesehatan menjadi salah satu daya tarik unggulan wisatawan di sejumlah negara. Wisata kesehatan telah diinisiasi Indonesia sejak 2012 yang terdiri dari wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga untuk kesegaran dan wisata kesehatan saintifik.

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan telah membuat perjanjian kerjasama untuk pengembangan wisata kesehatan. Kerja sama itu gokus pada wisata medis dan ‘wellness herbal tourism’ dengan target 2025,” ucap Sandi.

Ditambahkan, fokus masyarakat pada kesehatan dan kebugaran saat ini telah menjadi pilihan gaya hidup yang diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan serta menerapkan konsep inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Panca Rudolf Sarungu mengemukakan, produk layanan unggulan setiap rumah sakit dipaketkan dengan hotel yang terdekat dari masing-masing rumah sakit
Produk layanan unggulan itu tidak hanya ditawarkan saat pameran, tetapi ke seluruh Indonesia melalui Asosiasi seperti ASITA, ASTINDO, dan ASPPI serta agen perjalanan yang sudah bekerja sama. (Tri Wahyuni)