Di Festival Setara, Ratusan Disabilitas Dapat Pelatihan Vokasional

0

JAKARTA (Suara Karya): Memperingati Hari Disabilitas Internasional, PermataBank melalui PermataHati berkolaborasi dengan Kita Setara Indonesia menggelar Festival Setara.

Kegiatan yang berisi beragam pelatihan vokasional bagi disabilitas itu merupakan salah satu program ‘flagship’ unggulan PermataHati sejak 2017, yaitu PermataBRAVE, (Because eveRyone Able and creatiVE).

“Pelatihan fokus pada pemberdayaan bagi disabilitas untuk mewujudkan kesetaraan di Indonesia,” kata Division Head, Corporate Affairs PermataBank, Richele Maramis, di Jakarta, Rabu (28/12/22).

Festival Setara dengan hashtag #BerdayaDenganHati mencakup 4 jenis pelatihan vokasional, yaitu barista, menjahit, desain grafis dan pemasaran digital, serta pelatihan komputer dan internet dasar bagi tuna netra.

“Pelatihan berlangsung sepanjang Desember 2022 dan diikuti 200 peserta penerima manfaat,” ucap Richele Maramis.

Program PermataBrave selain memberi pelatihan vokasional siap kerja, juga melakukan pendampingan kepada UMKM disabilitas, serta pemberian alat bantu kaki dan tangan palsu, serta alat bantu dengar bagi mereka yang membutuhkan.

Keempat pelatihan Festival Setara dilaksanakan pada waktu dan tempat yang berbeda, menggandeng kolaborator ahli di bidang masing-masing.

Pelatihan barista dan menjahit untuk total 25 peserta digelar pada 10-23 Desember 2022 secara offline di Kampus Kita Setara, Tangerang Selatan. Materi diberikan komunitas jahit Yuka Leather dan sahabat disabilitas sebagai pengajar dan mentor.

Untuk pelatihan desain drafis dan pemasaran digital untuk 30 peserta dilaksanakan secara online pada 13-23 Desember 2022 bersama DekarDekor, UMKM produsen dekorasi poster kayu dengan desain unik.

DekarDekor dimotori seorang tuna netra bernama Muhammad Ikhwan Tariqo, yang sekaligus kolaborator dan pemberi materi.

Adapun pelatihan kemampuan komputer dan internet dasar bagi tuna netra diberikan kepada 10 penerima manfaat selama 10-29 Desember 2022 secara online. Kegiatan itu menggandeng Lentera Inklusif sebagai kolaborator pengajar dan pemberi materi.

Lentera Inklusif adalah UMKM bimbingan belajar (bimbel) yang didirikan seorang tuna netra bernama Sofyan Sukmana, yang sebelumnya mendapat pendampingan intensif dari BANGGA, program pendampingan UMKM disabilitas hasil kolaborasi PermataHati dengan Precious One.

Program BANGGA sudah masuk batch ke-V menjelang penutup tahun 2022 ini.

Agusnadi, Founder Kita Setara Indonesia memberi apresiasi kepada PermataHati atas kerja samanya dalam bentuk Festival Setara. “Semoga kolaborasi melahirkan talenta dan Sumber Daya Manusia (SDM) difabel yang mumpuni, kreatif, dan berdaya juang untuk bersaing,” ujar Agus.

Ia berharap kemitraan yang dibangun bersama PermataHati dapat memberdayakan lebih banyak teman disabilitas di masa depan.

Richele menambahkan, tahun ini banyak pencapaian baru, karena selain berkolaborasi dengan Kita Setara Indonesia yang memiliki visi dan misi selaras, PermataHati juga menjadi dekat dengan DekarDekor dan Lentera Inklusif, dua UMKM yang dijalankan oleh perwakilan komunitas disabilitas.

“Kami harap hal itu akan semakin menambah semangat dan motivasi bagi para peserta pelatihan. Mereka dapat melihat ketekunan, semangat dan sikap pantang menyerah akan menghasilkan kesuksesan seperti dilakukan Riqo dan Sofyan,” ungkap Richele.

PermataHati juga mengajak masyarakat untuk berdonasi dan berpartisipasi dalam kampanye digital Comment Social Responsibility (CSR) “Tribute to Bang Dzoel”.

Achmad Zulkarnain atau Bang Dzoel merupakan sosok inspiratif disabilitas yang telah berpulang pada Agustus 2022 lalu. Masyarakat dapat berkontribusi dengan menuliskan komentar berisi kutipan atau kalimat inspiratif terkait Bang Dzoel pada tautan ‘Tribute to Bang Dzoel’ melalui Instagram @permatahaticsr.

Setiap komentar yang diberikan netizen akan bernilai Rp5 ribu dan total rupiah yang didapat akan didonasikan ke komunitas fotografi Bang Dzoel di Banyuwangi. Kampanye berlangsung hingga 28 Februari 2023.

Richele menyebutkan, sepanjang 2022, PermataHati telah melakukan berbagai program untuk pemberdayaan disabilitas. Diantaranya, pendampingan intensif terhadap UMKM disabilitas dan pemberian alat bantu mobilitas.

Selain juga donasi alat bantu dengar, penyerahan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, pelatihan memasak, membuat roti dan kue;
, pelatihan dasar barista bagi tuna netra, hingga pelatihan budidaya hidroponik.

Semua peserta pemberdayaan juga mendapat kelas literasi edukasi keuangan dan investasi dari Investment Specialist PermataBank. (Tri Wahyun)