Di Koalisi Jokowi, PKB Bertugas Tajamkan Program Keumatan

0
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto

JAKARTA (Suara Karya): Pertemuan para sekjen partai politik (parpol) pendukung Jokowi, membahas soal visi misi kampanye Pilpres 2019 yang akan dirumuskan menjadi Nawacita II.

Dalam pertemuan Senin (6/8) tadi malam itu, PKB disebutkan secara resmi antara lain dalam penajaman soal program keumatan. PKB dan PPP secara khusus memberikan perhatian yang sangat luas terhadap pendidikan di pesantren.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, program keumatan dinilainya sebagai bagian yang sangat penting, karena peran para ulama dianggapnya luar biasa, setidaknya dalam lima tahun ke depan.

“Peran ulama sangat luar biasa. Ini menjadi bagian yang sangat penting,” ujar Hasto, di sela-sela pertemuan para sekjen parpol pendukung Jokowi, tadi malam.

Program keumatan, kata dia, penting dilakukan. Setelah itu akan dibangun sebuah sistem sehingga publik bisa mengetahui apa saja keberhasilan yang dikerjakan pemerintahan Jokowi. Dan keberhasilan yang akan disampaikan adalah keberhasilan per daerah.

“Di setiap wilayah. Jadi apa-apa saja yang dilakukan di daerah Jabar, Sumbar, Sulsel, Lampung, seluruh provinsi di Indonesia,” katanya.

Intinya, masing-masing parpol akan memperkaya visi misi Jokowi. Dengan demikian, visi misi akan mencerminkan gambaran tentang mimpi Indonesia sebagai bangsa pejuang, berdaulat, mandiri, dan berakhlak.

“Mimpi yang betul-betul menghadirkan seluruh keteladanan dari moralitas kehidupan keagamaan yang baik,” katanya menambahkan.

Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding turut hadir pada pertemuan itu. Selain Karding, hadir pula Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Lodewijk Paulus (Golkar), Arsul Sani (PPP), Johnny Plate (Nasdem), dan Raja Juli Antoni (PSI).

Menurut Hasto, pihaknya membuka masukan dari para tokoh masyarakat sebelum akhirnya merumuskan Nawacita II. Dalam pertemuan itu, masukan didapatkan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir.

“Beliau memberikan masukan dan kami anggap sesuatu yang inspiring dan masukan-masukan itu sangat penting karena akan mempertajam seluruh visi misi pasangan calon,” kata Hasto.

Visi misi yang disiapkan akan memiliki benang merah sangat jelas, yakni menjembatani Nawacita 1 dengan Nawacita 2, dan Visi Indonesia untuk 2045.

Untuk diketahui, Visi Indonesia untuk 2045 kerap dibahas oleh Partai Golkar, yang menyusunnya saat partai itu dipimpin Aburizal Bakrie.

Selain menyiapkan materi visi misi, para sekjen parpol juga bicara soal penyiapan juru bicara pemenangan pilpres 2019. Disepakati bahwa masing-masing parpol menyiapkan 25 juru bicara yang akan segera dilatih dalam sebuah kegiatan bersama.

“Dengan adanya 25 jubir setiap partai maka ini dapat memperkuat bagaimana seluruh sosialisasi keberhasilan dari Bapak Jokowi. Karena Jokowi-JK sudah ada sejak lima tahun lalu,” kata Hasto. (Sugandi)