Di Wisuda UPER, Dua Tokoh Ini Bicara ‘Skill’ Lulusan Paling Dicari!

0

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah tokoh Indonesia yang hadir dalam wisuda ke-7 Universitas Pertamina (UPER) bicara ‘skill’ yang harus dimiliki lulusan di era induatri 4.0. Salah satunya skill di bidang digital.

Seperti dikemukakan Dr (HC) Ignasius Jonan dalam pidato wisuda yang digelar di Jakarta, Sabtu (29/10/22), lulusan tak boleh hanya memiliki pengetahuan terkait pekerjaan yang diinginkan, tetapi juga ‘skill’ lain di bidang digital.

“Kemampuan di bidang digital akan memberi nilai tambah bagi lulusan di era industri 4.0,” Jonan menegaskan.

Karena, menurut Jonan, setiap perusahaan memiliki tujuan yang ditentukan oleh tiga hal. Yaitu, apa yang dibutuhkan dunia, keunikan perusahaan, dan bagaimana caranya perusahaan menghasilkan nilai ekonomis.

Mengutip hasil survey yang dilakukan perusahaan SDM digital, Remote terhadap lebih dari 500 perusahaan dan pekerja di industri digital. Ada lima skill digital yang paling dicari, yaitu social media, digital marketing, pengembangan peranti lunak, pemrograman website dan aplikasi, serta rekayasa perangkat lunak.

Hal senada dikemukakan Dr (HC) Enggartiasto Lukita. Dalam orasinya, ia menyebut kompetensi yang harus dimiliki para lulusan baru. “Pengetahuan yang saudara pelajari di bangku kuliah tak cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Enggar meminta lulusan untuk terus memperkaya pengetahuan digital. Selain itu, kemampuan yang terkait ‘critical thinking’, berkomunikasi, berkolaborasi dan kreativitas.

Minimnya skill terkait kemampuan digital bagi lulusan kampus Indonesia juga pernah disinggung Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Katanya, tantangan yang banyak dialami perusahaan saat ini adalah kesulitan mencari tenaga kerja yang memiliki talenta digital.

“Kemampuan digital para lulusan baru kebanyakan dianggap masih minim dan hanya bersifat teoritis,” ujar Ida seperti dilansir lama Kementerian Ketenagakerjaan.

Indonesia sebagai negara berkembang, menurut Ida, memiliki tantangan besar dalam mengadopsi society 5.0 sebagai hasil dari revolusi industri 4.0. Karena kegiatan industri di Indonesia mulai beralih ke bentuk digital dan memunculkan banyak lapangan pekerjaan jenis baru.

Terkait hal itu, Rektor Universitas Pertamina. Prof Ir I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, UPER telah menjalankan berbagai program untuk mengasah skill dan kompetensi para wisudawan.

“Untuk meningkatkan daya serap lulusan, UPER telah membuat program digitalisasi pendidikan, inkubasi bisnis, magang di industri, dengan harapan lulusan UPER dapat diterima kerja, mampu berwirausaha atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Pada wisuda ke-7, Universitas Pertamina meluluskan 612 sarjana dari 15 program studi. Dari jumlah itu, 154 wisudawan atau 25 persen meraih predikat pujian atau cumlaude.

Sekitar 82 persen wisudawan berasal dari program studi sains dan teknologi, dan 16 persen wisudawan berasal dari program studi sosial.

Guna membentuk lulusan yang unggul dan terampil menuju society 5.0, lanjut Prof Wirat, UPER bekerja sama dengan sejumlah universitas mitra baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, UPER juga rutin menyediakan beragam jenis beasiswa bagi calon mahasiswa yang berprestasi. Untuk Tahun Ajaran 2023/2024, UPER menyediakan total beasiswa sebesar Rp24 miliar. (Tri Wahyuni)