Diberi Bantuan Modal, Kemdikbud Luncurkan Kewirausahaan bagi Kampus Vokasi

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Diksi Kemdikbud) akan memberi bantuan modal bagi mahasiswa politeknik yang akan berwirausaha. Dana bantuannya mencapai Rp40 juta per kelompok.

“Lewat bantuan modal ini, diharapkan politeknik melahirkan banyak pengusaha muda di industri kreatif. Jadi, tak melulu mencari kerja,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Ditjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbud, Beny Bandanadjaja di Kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Depok, Selasa (18/8/20).

Beny menjelaskan, bantuan modal diberikan kepada mahasiswa yang namanya telah tercatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Caranya, mahasiswa diminta membuat proposal bisnis disertai perhitungan modal usahanya.

“Kami harap usaha yang dikembangkan mahasiswa mulai dari usaha kecil dengan modal seminim mungkin. Karena bantuan modal yang akan diberikan berkisar Rp10 juta hingga Rp40 juta. Yang penting, bisnis yang akan dikembangkan memiliki pangsa pasar yang jelas,” ujarnya.

Disebutkan, target penerima modal usaha sekitar 900 orang yang terbagi dalam 180 kelompok di kampus vokasi yang ada di seluruh Indonesia. Hanya proposal yang dinilai layak saja yang akan dapat bantuan modal usaha.

“Kami berharap kelompok mahasiswa yang mengajukan modal usaha ini sudah memiliki bekal kegiatan wirausaha. Bukan mahasiswa yang tanpa bekal keahlian usaha sama sekali. Sehingga mereka bisa langsung ‘running’ dengan bantuan modal tersebut,” tuturnya.

Beny menambahkan, program kewirausahaan merupakan bagian dari kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim. Mahasiswa peserta wirausaha akan mendapat nilai dalam Sistem Kredit Semester (SKS).

“Nantinya bisnis yang dikembangkan mahasiswa dapat dikembangkan terus setelah lulus. Jadi ini bukan kegiatan kampus, melainkan individu mahasiswa. Bisnis tetap bisa dilanjutkan setelah mahasiswa lulus,” kata Beny.

Dengan demikian, lanjut Beny, kampus menjadi cikal bertumbuhnya wirausaha-wirausaha muda. Mereka menciptakan lapangan kerja, yang dibutuhkan untuk mendongkrak perekonomian nasional. Selain mengurangi jumlah pengangguran terdidik di Tanah Air.

Tujuan lain dari program tersebut, menurut Beny, untuk menumbuh kembangkan karakter wirausaha bagi mahasiswa vokasi. Karena pengalaman selama ini menunjukkan minim sekali lulusan perguruan tinggi vokasi bertahan lama dalam pekerjaannya.

“Karakter wirausaha semacam inilah yang akan kita bangun dalam pendidikan vokasi. Tanpa karakter itu, sulit rasanya bagi seseorang untuk jatuh dan bangun dalam mengembangkan usahanya.

Tugas pembimbing, lanjut Beny adalah membantu mahasiswa dalam menemukan keunikan bisnis berbasis teknologi. Namun, yang penting adalah bagaimana menemukan pasar. “Setiap penciptaan bisnis harus melihat pasarnya dulu. Jangan sampai membuat produk, yang akhirnya sia-sia karena tidak ada yang beli,” ucap Beny menandaskan. (Tri Wahyuni)