Digelar, ‘Photovoice’ Perempuan dan Anak Muda Penambang Skala Kecil di Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Women in Mining and Energy (WiME) bersama Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) menggelar pelatihan ‘photovoice’ untuk menggaungkan suara perempuan dan anak muda penambang di masa pandemi melalui foto dan video.

“Hasil dari ‘photovoice’ bisa dilihat di ruang virtual melalui https://ruangxy-photovoice.com,” kata Direktur Eksekutif WiME, Maya Muchlis dalam peluncuran pameran dan diskusi nasional seputar ‘photovoice’ suara perempuan dan anak muda penambang di masa pandemi, yang digelar virtual, Kamis (6/5/2021).

Diskusi menampilkan narasumber, antara lain Direktur Teknik dan Lingkungan, Dirjen Mineral dan Batubara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, Asisten Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Eni Widiyanti, Spesialis Tambang Senior di Bank Dunia, Balada Amor serta Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari.

Direktur Eksekutif WiME, Maya Muchlis mengemukakan, pelatihan mendapat dukungan dana dari Extractives Global Programmatic Support (EGPS) Trust Fund yang dikelola Bank Dunia.

Pelatihan dilaksanakan di 3 lokasi yaitu Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Selain pelatihan, kami juga membuat kajian terkait dampak pandemi corona virus disease (covid-19) terhadap kehidupan komunitas penambang skala kecil dan memberi ruang aspirasi bagi kelompok tersebut,” ujarnya.

Maya menjelaskan, komunitas penambang skala kecil sebenarnya tersebar luas di Indonesia, meski jumlahnya tak pernah terdokumentasi dengan baik. Pekerjaan sebagai penambang, baik formal maupun informal masih diminati, karena kadang memberi hasil yang besar dan cepat.

“Meski ada risiko kesehatan dan keselamatan yang sangat tinggi, misalkan, terkontaminasi zat berbahaya dan kecelakaan kerja akibat penggunaan perlengkapan keselamatan yang sangat minim,” ujarnya.

Perempuan dan anak muda, meski hanya bagian kecil dari komunitas penambang skala kecil, tetap menjalankan berbagai macam peran untuk berkontribusi pada ekonomi rumah tangga. Mereka ada yang jadi penambang aktif, ada yang berwirausaha untuk membantu pasangan atau orangtua mereka yang juga bekerja sebagai penambang.

“Di masa pandemi covid-19 saat ini, perempuan dan anak muda menjadi salah satu kelompok masyarakat yang mengalami dampak cukup berat. Mereka kehilangan pekerjaan akibat kegiatan penambangan dikurangi atau terhenti.

“Ketika anggota dewasa dalam rumah tangga harus berhenti bekerja akibat pandemi, sering perempuan dan anak muda menjadi tumpuan utama dalam mencari pekerjaan alternatif guna memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga,” kata Maya menegaskan.

Untuk itu, lanjut Maya, perlu dilakukan upaya identifikasi peluang, hambatan, dan rekomendasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas penambang skala kecil. (Tri Wahyuni)