Diikuti 33 negara, Siswa Indonesia Raih 6 Medali di APIO 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Siswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa. Kali ini di kompetisi Olimpiade Informatika Asia-Pasifik (APIO) yang digelar daring pada 21-26 Mei 2021. Perhelatan tersebut diikuti 952 siswa dari 33 negara.

Prestasi siswa tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Dalam pesannya, Nadiem memberi selamat kepada siswa Indonesia yang berhasil meraih kemenangan.

“Kemenangan kalian adalah prestasi kita semua,” kata Nadiem dalam penutupan APIO 2021 secara virtual, Rabu (26/5/21).

Perolehan 6 medali tersebut, rinciannya adalah 1 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. Medali emas berhasil diraih Rama Aryasuta Pangestu dari SMA Kanisius Jakarta.

Sedangkan 3 perak dimenangkan oleh Nicholas Patrick dari SMA Cita Hari Christian School Surabaya, Pikatan Arya Bramajati dari SMA Semesta BBS Semarang dan Juan Carlo Vieri dari SMAK Intan Permata Hati Surabaya.

Sementara itu, 2 medali perunggu berhasil diraih Bryan Riconga Panjinata dari SMAN 1 Tuban, Jawa Timur dan Maximilliano Utomo Quok dari SMA Xin Zhong Surabaya.

Kepada para peraih medali, Mendikbudristek kembali mengingatkan bahwa kompetisi dan medali bukanlah segala-segalanya. Karena juara yang sesungguhnya adalah orang-orang yang memegang teguh nilai-nilai integritas.

“Mereka yang mampu bekerja sama membangun jaringan dan memiliki komitmen untuk mewujudkan perubahan masyarakat informasi yang adil dan beradab,” katanya.

Nadiem meyakini, peserta APIO dari Indonesia akan jadi agen transformasi pendidikan di Indonesia. “Transformasi yang tetap berstandar pada sejarah bangsa dan didorong keberanian untuk menciptakan sejarah baru yang lebih gemilang,” ucapnya.

Belajar di masa pandemi, menurut Mendikbudristek, memang tidak mudah. Namun, pandemi bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi saat ini, karena di masa depan juga terbentang sederet tantangan yang harus dilalui.

“Tantangan akan jadi peluang jika kita mampu saling silih asah, silih asuh dan silih asih. Yaitu, saling memintarkan, saling menyayangi dan saling memelihara untuk satu tujuan, yaitu Indonesia maju,” ucap Nadiem menegaskan.

Perhelatan APIO 2021 di tengah pandemi covid-19, kata Mendikbudristek, adalah bukti peserta APIO 2021 adalah ilmuwan tangguh yang memiliki semangat dalam belajar, berkompetisi dan berkontribusi kepada bangsa dan negara.

“Kompetisi APIO 2021 menjadi wadah pembuktian kompetensi bidang informatika sekaligus membangun jejaring persahabatan dengan para ahli informatika muda di seluruh negara,” ungkapnya.

Plaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi mengatakan APIO 2021 merupakan bukti bahwa peserta dapat beradaptasi dan melakukan transformasi dalam belajar dan berprestasi.

“Covid-19 tidak membuat peserta didik kita terpuruk atau terdistrupsi, tapi mau terus belajar untuk membangun peradaban baru, masyarakat informasi Asia Pasifik,” ujarnya.

Pada titik inilah, lanjut Asep, generasi digital di Asia Pasific dapat berperan dalam membawa agen perubahan di masyarakat, seperti mengembangkan Internet of Thing, Big Data, Artificial Intellegence, sains dan ilmu pengetahuan yang lebih maju dan berperadaban.

Kepada peserta APIO 2021, Asep mengajak untuk mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. “Pada pundak Anda, tanggung jawab masyarakat informasi Asia Pasifik yang adil dan beradab itu diletakkan,” ucapnya.

APIO 2021 diikuti oleh 952 siswa dari negara Asia Pasifik, yaitu Armenia, Australia, Azerbaijan, Bangladesh, China, Georgia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Japan, Jordan, Kazakhstan, Korea, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Mesir, Selandia Baru, Palestina, Filipina, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Syria, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Turki, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Vietnam.

Indonesia sendiri menempatkan 17 siswanya untuk berlaga pada ajang APIO 2021. Peserta paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 6 siswa dan DKI Jakarta sebanyak 5 siswa.

Bagi Indonesia, APIO selain ajang kompetisi, juga menjadi arena latihan tim Indonesia menuju ‘International Olympiad in Informatics’ (IOI) pada pertengahan tahun 2021.

“Persiapan menjadi tuan rumah IOI pada 2022, Indonesia telah berdiskusi dengan bangak pihak, termasuk 88 negara yang menyatakan ikut dalam APIO 2021. (Tri Wahyuni)