Diikuti 76 Profesor Asing, Ditjen Dikti Gelar Program WCP 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar program ‘World Class Professor’ (WCP). Tahun ini, WCP diikuti 87 profesor, dimana 76 orang diantaranya dari luar negeri.

“Kehadiran profesor asing ini penting agar para peneliti kita bisa belajar memiliki kompetensi berskala global, lewat kegiatan joint research,” kata Dirjen Dikti, Nizam dalam acara Annual Seminar WCP 2021 yang digelar secara hybrid dari Jakarta, Kamis (9/12/21).

Nizam menjelaskan, dana penelitian Indonesia masih sangat rendah di tingkat ASEAN. Dana tersebut, bahkan hampir 80 persen dari pemerintah. Beda dengan negara maju, dimana dana penelitian hampir 100 persen berasal dari swasta.

“Lewat kegiatan ini, kami ajak industri berbagi dana penelitian lewat program ‘matching fund’. Jika penelitian butuh dana Rp2 miliar, mari berbagi pendanaan masing-masing sebesar Rp1miliar. Hasil penelitiannya bisa dimanfaatkan oleh industri,” ujarnya.

Meski dana penelitian Indonesia masih rendah, Nizam menegaskan, soal produktivitas sebetulnya tidak kalah. Hal itu bisa dilihat pada peringkat publikasi internasional Indonesia saat ini yang berada di posisi 21 dari sebelumnya di posisi 54.

“Dibanding 5,6,7 tahun lalu, banyak kemajuan yang dicapai peneliti Indonesia dalam menghasilkan publikasi internasional. Pada 2013, jurnal internasional kita masih di angka 8 ribu. Kini, jurnal internasional Indonesia yang terindeks scopus mencapai lebih dari 50 ribu judul,” ucapnya.

Kendati demikian, menurut Nizam, masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus dilakukan para peneliti Indonesia. Ada tiga hal, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas penelitian, relevansi penelitian dan kualitas publikasi internasional agar menjadi referensi para pakar di seluruh dunia.

“Setiap penelitian saat ini harus memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Entah itu masalah ekonomi, sosial atau lingkungan. Semua harus relevan dengan pembangunan di Tanah Air,” ucap Nizam menegaskan.

Soal pelaksanaan WCP 2021, Nizam menjelaskan, masa 6 bulan di tahun 2021 sebenarnya terhitung pendek untuk satu publikasi. Tetapi di masa itu, program WCP mampu menghasilkan 163 publikasi internasional. Itu belum termasuk publikasi tingkat nasional dan domestik.

“Publikasi yang dihasilkan tahun ini, memang ada beberapa dari penelitian tahun-tahun sebelumnya yang tertunda karena pandemi. Penelitian itu berhasil dituntaskan tahun ini dan sudah masuk jurnal internasional terindeks scopus,” ujarnya. (Tri Wahyuni)