Diikuti 90 Negara, Mendikbudristek Buka Kompetisi Internasional di Yogyakarta

0

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi ‘International Olympiad in Informatic’ (IOI) yang ke-34. Kompetisi yang digelar di Yogyakarta itu dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim.

“Lewat IOI, kami harapkan generasi muda lintas negara dapat berbagi inspirasi dan energi positif untuk pulih dan bangkit dari pandemi. Kehormatan bagi Indonesia bisa menjadi tuan rumah kompetisi sains tingkat dunia yang tertua dan terbesar ini,” kata Nadiem membuka acara yang digelar secara hibrida, Selasa (9/8/22).

Nadiem meyakini kompetisi semacam IOI dapat menjadi sarana terbaik bagi generasi muda dunia untuk mencintai informatika dan mengembangkannya lebih baik untuk kehidupan manusia di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Suharti menyampaikan, IOI merupakan satu dari 14 olimpiade sains internasional yang dilaksanakan setiap tahunnya. Dari berbagai olimpiade tersebut, IOI adalah olimpiade ke-4 tertua dan dengan jumlah negara yang berpartisipasi terbanyak ke-2.

IOI ke-34 ini bertema ‘Digital Energy of Asia’. Pilihan tema itu sejalan dengan meningkatnya peran teknologi digital dalam kehidupan manusia. Hal itu mendukung pengembangan teknologi sebesar-besarnya untuk kesejahteraan manusia.

Disebutkan, IOI diikuti 536 peserta dari 90 negara. Jumlah itu terbanyak selama penyelenggaraan IOI. Peserta terdiri dari 357 pelajar yang berkompetisi dan 179 orang leader, team leader, pendamping dan tamu undangan lain.

“Ada 414 peserta dari 72 negara telah hadir di Yogyakarta untuk berpartisipasi secara luring dan 122 peserta dari 18 negara lainnya berpartisipasi secara daring dari negara masing-masing,” tutur Suharti.

Selain menggelar kompetisi dan pertemuan ‘General Assembly’, seluruh peserta juga diajak berwisata dan atraksi budaya di seputar Yogyakarta. Selain malam budaya di Candi Borobudur.

“Para peserta juga akan mengikuti sejumlah kegiatan yang akan memberi pengalaman yang berbeda, seperti membatik, menari dan memainkan alat tradisional. Sehingga peserta dapat mengenal lebih dekat budaya Indonesia,” kata Suharti.

Sementara itu, Presiden IOI, Benjamin Burton mengajak seluruh peserta mengambil kesempatan untuk belajar tentang banyak pengalaman di Indonesia. “Meski banyak tantangan dalam kompetisi, jalani dengan berani dan penuh semangat. Kalian beruntung karena menjadi wakil terbaik dari negara kalian. Semoga sukses,” ucapnya.

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Agus Burhan menyatakan kebanggaannya atas pelaksanaan IOI di Indoneaia. “Kita bangga ada dalam satu keaktifan perubahan zaman. Mari, kita songsong potensi anak muda kita agar bisa berkolaborasi dengan talenta digital dunia,” ujarnya.

Mitra pendukung IOI 2022 disebutkan Acer, Jane Street, Tezos, Huawei, SIRCLO, Blibli dan AWS Indonesia. IOI menjadi kompetisi internasional pertama yang digelar secara hibrida pada 7-15 Agustus 2022. (Tri Wahyuni)