Suara Karya

Diikuti Banyak Industri, IP Trisakti Gelar Career and Intership Expo hingga 4 Hari

JAKARTA (Suara Karya): Salah satu keuntungan kuliah di Institut Pariwisata (IP) Trisakti adalah kemudahan untuk magang. Mahasiswa tak perlu repot-repot mencari keluar, karena industrinya sendiri yang datang ke kampus.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Career and Intership Expo’ yang diadakan di kampus IP Trisakti, yang dibuka hari ini, Selasa (5/9/23). Expo bahkan berlanjut hingga 4 hari kedepan, akibat tingginya permintaan dari industri untuk mempresentasikan Industri masing-masing.

Satu hari tambahan juga akan disiapkan untuk industri perhotelan yang berada di luar negeri. Ada permintaan dari beberapa hotel di hongkong serta Malaysia. Presentasi akan disampaikan melalui zoom untuk mahasiswa yang ingin magang di luar negeri.

“Bangkitnya industri pariwisata di Tanah Air dan dunia menyebabkan tingginya permintaan akan tenaga kerja baru, yang akan diisi oleh anak-anak magang,” kata Koordinator Job Arrangement System, IP Trisakti, Yulihan Feeriaty,S.Tr.Par di sela kegiatan, Selasa (5/9/23).

Perempuan yang akrab dipanggil Henny tersebut menjelaskan, Career and Internship Expo digelar setiap 6 bulan karena kampus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk magang di industri sebanyak dua kali, yaitu pada semester 3 atau 5 dan semester 8.

“Kesempatan magang dua kali ini diharapkan dapat mendekatkan mahasiswa ke industry sebelum mereka akan terjun di dunia kerja. Karena tak sedikit mahasiswa IP Trisakti yang langsung direkrut kerja setelah magang pada semester akhir,” ujarnya.

Henny mengakui industri peserta Expo masih didominasi industri perhotelan, padahal ada program studi lain di IP Trisakti yang patut mendapat perhatian, seperti perjalanan wisata.

“Kedepan kami akan lebih giat lagi mengajak agen perjalanan, maskapai penerbangan, event organizer serta tempat rekreasi. Sehingga bisa mengakomodir semua jurusan,” tuturnya.

Disinggung soal target, Henny berharap industri dapat menyerap 632 mahasiswa tahun ajaran 2020 sebagai peserta magang pada semester ini. Sehingga semester depan bisa mengakomodir mahasiswa tahun ajaran 2021.

“Program magang berlangsung selama 6 bulan penuh. Kami sedang membuat skema agar mahasiswa tahun ajaran 2023 bisa magang di industri lebih lama, yaitu 1 tahun,” ucap Henny.

Meski program pengelolaan perhotelan memberi beragam pilihan penempatan di departemen hotel, namun yang paling favorit bagi mahasiswa adalah departemen kitchen, pastry serta FB service.

“Banyak mahasiswa mengincar tiga bidang keterampilan itu untuk magang, seiring bertumbuhnya bisnis kuliner dan kafe di Indonesia. Karena keterampilan itu bisa digunakan untuk modal kerja atau buka usaha sendiri,” kata Henny.

Dari industri, Director Human Capital and Development Pan Pacific Hotel, Faisal Chandra Atmaja mengatakan, pihaknya merupakan mitra IP Trisakti sejak 2017 hingga sekarang.

“Setiap butuh tenaga kerja baru, kami selalu presentasi ke kampus IP Trisakti,” ujar Faisal yang sudah malang melintang di industri perhotelan baik dalam maupun luar negeri selama lebih dari 15 tahun.

Ia menyebut kebutuhan tenaga magang saat ini sekitar 30 orang untuk mengisi kebutuhan tiga properti milik Pan Pasific Grup, diantaranya Park Royal Service Suite Hotel di Jalan Gatot Subroto Jakarta.

“Kami akan presentasi lagi untuk program magang berikutnya, jelang dibukanya Pan Pacific Hotel dan Park Royal Hotel pada Desember mendatang,” ujarnya.

Faisal menjelaskan, kegiatan magang akan berlangsung selama 6 bulan. Di masa itu, mahasiswa harus merasakan semua pekerjaan yang ada dalam dunia perhotelan.

“Jika di tempat lain mahasiswa magang di satu divisi saja selama 6 bulan, kami tidak seperti itu. Mahasiswa harus merasakan semua pekerjaan di bisnis perhotelan. Sehingga, paham apa arti hotelier,” ucap Faisal.

Soal kompetensi yang harus diperkuat mahasiswa perhotelan sebelum terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya, Faisal mengatakan satu hal yaitu ketahanan (endurance) serta daya juang dalam menghadapi pekerjaan.

“Saya pernah baca artikel yang ditulis pakar perubahan Rhenald Khasali, katanya generasi X dan Z yang menjadi anak muda saat ini kurang daya juangnya. Baru dapat satu tantangan, langsung baper,” ucap Faisal yang berharap kampus juga ikut memperkuat daya juang lulusannya.

Salah satu mahasiswa yang akan berangkat magang pada semester ini adalah Rizky Etnan dari Program D4 Pengelolaan Perhotelan. Ia sedang mencari peluang agar bisa magang lagi di hotel yang sama saat magang pertama kali.

“Saya senang sekali jika diberi kesempatan magang lagi di Sheraton Grand Gandaria City Hotel,” kata Rizky.

Ia mengaku bahagia saat magang pertama karena mendapat mentor, seorang chef masakan India yang mengajari dari nol hingga mahir mengolah makanan India.

“Di kampus kan tidak ada menu India, tapi saya nekad menerima tantangan untuk menjadi asisten di kitchen masakan India. Dan pilihan itu tepat, karena dipercaya pegang dapur setelah tiga bulan berlatih keras,” ujarnya.

Karena itu, menurut Rizky, penting bagi mahasiswa magang untuk menemukan mentor di tempat kerja. Karena selain bisa banyak belajar, juga memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima kerja setelah lulus.

“Ketika magang, kita harus serius. Karena saat itu sebenarnya kita juga sedang ‘dilihat’ apakah layak untuk mengisi posisi yang ada,” kata Rizky yang hobi memasak sejak usia muda. (Tri Wahyuni)

Related posts