Dikirim Januari, Pemerintah Resmi Beli 50 Juta Dosis Vaksin Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia akhirnya secara resmi mengumumkan pembelian 50 juta dosis vaksin corona virus disease (covid-19) dari perusahaan farmasi dunia AstraZeneca dan Novavax. Jika tak ada kendala, vaksin akan datang pada pertengahan Januari 2021

Penandatanganan pembelian vaksin tersebut disaksikan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, di Kantor Bio Farma, Bandung, Rabu (30/12/20).

Dalam keterangan pers yang dilakukan secara virtual, Menkes Budi Gunadi menjelaskan, pembelian vaksin dari 2 perusahaan besar dunia agar ada variasi atas produk vaksin yang bisa digunakan penduduk Indonesia. PT AstraZenica dari dari Inggris, Eropa, sedangkan Novavax berasal dari Kanada, Amerika.

Ditambahkan, tahap pertama penyediaan dan prosedur vaksin ditargetkan akam rampung pada minggu pertama dan kedua Januari 2021. Pembelian dilakukan oleh perusahaan farmasi milik BUMN, PT Bio Farma.

“Semoga proses pengirimannya sesuai rencana. Sehingga kita bisa masuk tahap kedua bagaimana mendistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia dalam waktu singkat. Bahkan perusahaan tersebut akan meminjamkan lemari penyimpan agar vaksin tidak rusak di jalan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mengamankan sekitar 660 juta dosis vaksin covid-19, terbagi atas 330 juta yang sudah terkonfirmasi dan 330 juta dosis berupa opsi. Ketersediaan itu penting agar seluruh penduduk Indonesia dapat tercegah dari penularan covid-19.

“Dari 269 juta rakyat Indonesia, kalau ingin mengejar ‘herd immunity’ dari penduduk dengan usia diatas 18 tahun maka ada 188 juta butuh vaksin. Jumlahnya menjadi 181 orang, jika kita mengeluarkan orang yang punya komorbid berat, orang yang pernah terkena covid-19 dan ibu hamil,” katanya.

Ditambahkan, jika 1 orang butuh 2 dosis vaksin dan juga memperhitungkan guideline dari WHO untuk mempersiapkan 15 persen untuk cadangan, maka total vaksin yang dibutuhkan ada sekitar 426 juta dosis.

“Itu adalah jumlah yang sangat besar. Untuk itu, pemerintah memastikan bahwa kita bisa mengamankan jumlah itu sampai sekarang ada 5 jalur pengadaan vaksin yang kita sudah tempuh, empat diantaranya sifatnya bilateral dan satu sifatnya multilateral,”

Dari 4 yang bilateral pemerintah sudah menandatangani kontrak dengan Sinovac sebanyak 125 juta dosis, dan memiliki opsi untuk menambahkan. Selain itu, pemerintah juga telah menandatangani kontrak dengan Novavax untuk 130 juta dosis sebagai opsi.

Pemerintah juga akan menandatangani kontrak dengan AstraZeneca untuk 100 juta dosis vaksin, sebagian konfirmasi dan sebagian opsi. Termasuk kontrak dengan Pfizer untuk 100 juta dosis vaksin dimana 50 juta sudah konfirmasi dan sisanya adalah opsi.

Menkes menyebut, total ada sekitar 400 juta dosis vaksin konfirmasi, 100 juta akan didatangkan dari negara Cina, 100 jutaan akan didatangkan dari Novavax yaitu perusahaan Amerika Kanada, 100 jutaan akan didatangkan dari Astrazeneca itu perusahaan dari London dari Inggris, kemudian 100 jutaan lagi akan kita datangkan Pfizer adalah perusahaan gabungan dari Jerman dan Amerika.

Kemudian, pemerintah juga melakukan kerja sama multilateral dengan institusi yang namanya GAVI, yang merupakan bagian dari WHO, di mana mereka akan memberikan vaksin yang sifatnya gratis.

“Tapi untuk jumlahnya berapa, angkanya masih terus bergerak,” kata dia.

Dosis yang bisa diberikan ke Indonesia berkisar antara 3 persen dari populasi atau 16 juta dosis sampai 20 persen dari populasi atau sekitar 100 juta.

“Itu sebabnya kita perlu buat kontrak dengan opsi dari beberapa suplier vaksin, sehingga kita bisa batalkan jika dapat pengadaan vaksin yang sifatnya gratis Jika vaksin dari GAVI belum terdeliver sesuai jadwal, maka kita sudah ada suplai dari 4 perusahaan secara bilateral itu,” ucapnya.

Budi juga menyimpulkan, dari vaksin yang sudah disepakati secara bilateral dan multilateral, setidaknya pemerintah sudah mengamankan sekitar 330 juta vaksin yang terkonfirmasi, dan dengan opsi juga sekitar 330 juta dosis. (Tri Wahyuni)