Diklik 28 Ribu Kali, Pandemi Jadi ‘Kata Tahun Ini’ versi Badan Bahasa

0
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, Endang Aminudin Aziz dalam keterangan pers, Kamis (17/12/20). (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Pandemi menjadi ‘Kata Tahun Ini’ (KTI) versi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kata tersebut paling dicari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring sepanjang 2020, yang jumlahnya mencapai 28.125 kali.

“Kata pandemi ditetapkan sebagai KTI, karena kata itu tak hanya populer di Indonesia, tetapi juga di kamus-kamus besar dunia,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, Endang Aminudin Aziz dalam keterangan pers, Kamis (17/12/20).

Kata pandemi, lanjut Endang Aminudin Aziz, juga paling banyak digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, masyarakat umum, media hingga pejabat di seluruh Indonesia. Kata tersebut juga masuk dalam Google Trends, dimana penggunaan kata tertinggi pada Mei 2020.

“Kata pandemi bukan kata baru. Kata tersebut sudah masuk dalam KBBI sejak awal kamus itu dibuat. Kata itu bermakna ‘wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas’ dengan kelas kata nomina,” ujarnya.

Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) London tersebut menyebut kata populer lainnya sepanjang 2020. Ada 15 kata dengan jumlah pencarian tertinggi dalam KBBI Daring, yaitu mudik, daring, kerja sama, risiko, praktik, memengaruhi, analisis, orang tua, hoaks, aktivitas, pulang kampung, survei, izin dan zaman.

“Hingga 30 November 2020, kata pandemi tercatat memiliki 28.125 pencarian dari total 46.436 pencarian. Kata pandemi menjadi populer karena mencerminkan kondisi yang dialami secara global mulai awal tahun ini, hingga berimbas ke seluruh sektor,” ujarnya.

Ditambahkan, dampak pandemi tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga sektor pendidikan dengan sistem pembelajaran daring untuk siswa. Sistem bekerja pun dilakukan dari rumah untuk pekerja kantor untuk meminimalisir penyebaran virus. Orang diminta tidak berkumpul di suatu tempat tertentu dengan jumlah banyak.

Kata pandemi, lanjut Endang A Aziz, muncul di Google Trends karena kondisi itu terjadi secara global. Pemunculan kata itu diperkuat dengan pencarian topik tertinggi, yaitu topik yang berhubungan dengan koronavirus (coronavirus), pembelajaran (learning), kebijakan (policy) dan strategi (strategy).

“Kueri tertinggi juga berhubungan dengan pandemi covid-19 dan dampak pandemi covid-19. Kata dampak pandemi covid-19 menjadi kueri tertinggi keempat dalam Google Trends per 30 November 2020, dengan jumlah pencarian sebanyak 44,8 juta kali. (Tri Wahyuni)