Dinilai Pemalas, Ratu Hemas Tak Layak Terima Penghargaan

0
Wakil Ketua Badan Kehormatan DPD RI, Hendri Zainudin

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Ketua Badan Kehormatan DPD RI, Hendri Zainudin, menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo yang memberikan penghargaan tanda kehormatan, Bintang Mahaputra Nararya kepada anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Penghargaan tersebut, kata Hendri, tidak sebanding dengan kinerja yang dilakukan GKR Hemas dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD RI.

“Kita sangat menyesalkan penghargaan itu. Karena disatu sisi, GKR Hemas adalah anggota DPD RI yang paling malas saat ini,” ujar hendri, kepada wartawan, Rabu (15/8).

Penghargaan tersebut, kata dia, sangat bertentangan. Karena yang bersangkutan selama ini dianggap tidak aktif.

“Ada dua orang yang tidak aktif menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD RI, bahkan beberapa kali paripurna keduanya tidak pernah hadir,” katanya.

Pihak BK DPD sendiri, kata dia, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk memberikan sanksi terhadap kedua orang anggota DPD tersebut.

“Sanksi yang kita persiapkan ada tiga, mulai dari sanksi ringan, sedang dan berat. Pada Paripurna kemarin kita sudah memutukan, dua Anggota DPD RI yakni GKR Hemas dan saudara Jefri adalah anggota termalas,” ujarnya menambahkan.

Adapaun sanksi terberat, kata dia, BK DPD bisa memberhentikan yang bersangkutan. “Sanksi terakhir atau yang terberat ya pemecatan,” ujarnya.

Sikap resmi BK itu, kata Hendri, adalah merupakan hasil dari kesepakatan Paripurna. “Kita sudah putuskan untuk memberikan sanksi berdasarkan hasil ‘report’ tingkat kehadiran anggota per 6 bulan sekali,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi memberikan penghargaan Bintang Mahaputra Nararya kepada anggota DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas bersama sejumlah tokoh lain, seperti Abas Said, RM Soedarsono dan Dirjen otda Kemendagri, Soemarsono.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 97/TK/ Tahun 2018 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaptera. (Gan)