Dinilai Unggul 8 IKU, Kemdikbudristek Beri Penghargaan ke Sejumlah PTN

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) memberi penghargaan kepada sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN), karena dinilai unggul pada 8 Indikator Kinerja Utama (IKU).

“Selain penghargaan, kami juga memberi dana tambahan Rp332 miliar kepada PTN sebagai bonus keunggulan IKU tahun 2021,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kemdikbudristek, Nizam dalam peluncuran ‘Merdeka Belajar Episode ke-21: Dana Abadi Perguruan Tinggi’, di Jakarta, Senin (27/6/22).

Nizam menambahkan, penghargaan itu juga bagian dari Program Insentif Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) berdasarkan hasil capaian IKU yang ditetapkan melalui Merdeka Belajar Episode 6: Transformasi Dana Pemerintah Untuk Pendidikan Tinggi.

Pemberian penghargaan dikelompokkan dalam 4 liga, yaitu liga Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTNBLU), liga Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker), dan liga Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja Seni (PTN Satker Seni).

Penghargaan diberikan kepada PTN dengan keunggulan yang bervariasi mulai dari IKU 1 hingga IKU 8. Selain juga ada penghargaan bagi PTN yang masuk ke dalam posisi top 10 persen di masing-masing liga.

Ditetapkan 2 kriteria penilaian, yaitu poin pencapaian dan poin pertumbuhan. Kriteria poin pencapaian akan diberi nilai maksimal 10 dari setiap indikator, ketika capaian PTN berhasil mencapai target standar emas (gold standard) yang ditentukan sebelumnya untuk masing-masing indikator. Sedangkan kriteria pertumbuhan dilihat dari perkembangan IKU tahun sebelumnya.

Untuk liga PTNBH, 2 PTN yang masuk top 10 persen dan menerima penghargaan adalah Universitas Indonesia (UI) dengan nilai pencapaian 75 poin dan pertumbuhan sebesar 477, serta Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan nilai pencapaian 74 poin dan pertumbuhan sebesar 53.

Untuk liga PTNBLU, PTN yang masuk top 10 persen dan menerima penghargaan yaitu Universitas Negeri Surabaya dengan nilai pencapain 72 poin dan pertumbuhan 129; Universitas Negeri Yogyakarta dengan nilai pencapaian 71 poin dan pertumbuhan 29; Universitas Negeri Padang dengan nilai pencapaian 68 poin dan pertumbuhan 59; dan Universitas Brawijaya (UB) nilai pencapaian 65 poin dan pertumbuhan 39.

Untuk liga PTN Satker, PTN yang masuk top 10 persen dan menerima penghargaan adalah Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dengan nilai pencapaian 65 poin dan pertumbuhan198; Universitas Negeri Manado dengan nilai pencapaian 63 poin dan pertumbuhan 282; serta Universitas Singaperbangsa Karawang dengan nilai pencapaian 52 poin dan pertumbuhan 154.

Pada liga PTN Satker Seni yang masuk top 10 persen dan menerima penghargaan, yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan nilai pencapaian 41 poin dan pertumbuhan 359.

Kemdikbudristek juga memberi bonus insentif sebesar Rp1 miliar kepada masing-masing PTN yang unggul pada setiap indikator dari 8 IKU. Adapun 8 IKU itu adalah lulusan dapat pekerjaan yang layak, mahasiswa dapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat, program studi bekerja sama mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta program studi berstandar internasional.

Untuk PTNBH, perguruan tinggi yang unggul pada IKU kesatu yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IKU kedua Institut Pertanian Bogor (IPB), IKU ketiga Universitas Airlangga (Unair), IKU keempat IPB, IKU kelima ITS, IKU keenam UI, IKU ketujuh UNS, dan IKU kedelapan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB).

Untuk PTNBLU, perguruan tinggi yang unggul IKU kesatu adalah Universitas Brawijaya (UB); IKU kedua Unesa; IKU ketiga dan keempat UNY; IKU kelima Universitas Negeri Malang (UM); IKU keenam Universitas Andalas (Unand); IKU ketujuh Universitas Pattimura (Unpatti); dan IKU kedelapan UNY.

Selanjutnya PTN Satker, perguruan tinggi yang unggul pada IKU pertama Institut Teknologi Kalimantan (ITK), IKU kedua dan ketiga Universitas Negeri Manado (Unima), IKU keempat Universitas Palangka Raya (UPR), IKU kelima Unsika, IKU keenam ISI Denpasar, IKU ketujuh UPR, dan IKU kedelapan UPN Veteran Jakarta. (Tri Wahyuni)