Dirjen Vokasi Apresiasi Pemprov Jateng ‘Kawinkan’ SMK dan Industri lewat KIK

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbud, Wikan Sakarinto memberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang telah ‘mengawinkan’ sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan industri dalam pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK).

“Upaya yang dilakukan Pemprov Jateng diharapkan juga dilakukan pemprov lain untuk peningkatan kualitas lulusan pendidikan vokasi di masa depan,” kata Wikan dalam keterangan pers secara virtual, Senin (14/9/20).

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam acara penandatanganan naskah kerja sama dengan Presiden Direktur KIK, Stanley Ang di Semarang, pekan lalu, mengatakan alasan dirinya menggandeng SMK dalam pembangunan KIK. Hal itu semata untuk peningkatan kualitas lulusan SMK.

“Industri itu harus bergerak bersama SMK. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Ganjar menegaskan.

Sebagai informasi, KIK adalah proyek prioritas nasional antara Pemerintah RI dan Pemerintah Singapura. Fase pertama, lahan yang akan dibangun mencapai seribu hektar. Pada fase 2, pembangunan dilakukan diatas lahan 1.200 hektar. Kawasan tersebut akan menampung 1.800 perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri.

Keseriusan Pemprov Jateng dalam mendukung pendidikan vokasi dibuktikan lewat pembentukan Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan Vokasi yang beranggotakan unsur pemerintah daerah, Kadin, dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, praktisi dan stakeholder pendidikan vokasi.

Tugas Tim Kerja adalah membantu gubernur dalam melaksanakan percepatan kualitas pendidikan vokasi. Hal itu termasuk jalinan kerja sama sinergis antara SMK dengan dunia usaha dan industri agar lulusannya terserap dengan baik.

Disebutkan, Jawa Tengah saat ini, angka keterserapan lulusan SMK di dunia usaha dan industri sebesar 62 persen. Selebihnya, yaitu 13 persen melanjutkan ke perguruan tinggi dan 25 persen terbagi menjadi wirausaha mandiri dan masa tunggu dalam mencari kerja.

“Diperkirakan dalam 5 tahun kedepan, pengembangan KIK akan menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja terampil. Ini diharapkan bisa menjadi peluang kerja, tak hanya untuk lulusan SMK, tetapi juga perguruan tinggi vokasi,” kata Ganjar.

Disebutkan, lingkup kerja sama dengan KIK meliputi penyelarasan kurikulum SMK agar link and match dengan kebutuhan industri, pemagangan guru dan praktik kerja lapangan peserta didik, pengembangan kelas industri, sertifikasi kompetensi lulusan SMK dan rekruitmen tenaga kerja lulusan SMK pada industri.

Pada kesempatan yang sama dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan 15 tenant (perusahaan) di wilayah KIK.

Lima belas industri itu antara Dae Yong Texstile, Eclat Texstile dan Lianfa Textile, Master Kids, D&V Medika Gemilang, Maju Bersama Gemilang, Aurie Steel Metalindo, Borine Technology, Maxindo Karya Anugrah, Inmas Surya Makmur, Sinar Harapan Plastik, United Power, APP Timber dan Kendal Eko Furido.

“Lima belas perusahaan ini akan bekerja sama dengan 80 SMK di wilayah Kendal, Batang dan Kota Pekalongan,” kata Ganjar menandaskan. (Tri Wahyuni)