Dirjen Vokasi hibahkan Pesawat Buatan Ayahnya ke SMK Muhammadiyah 2 Salam

0

JAKARTA (Suara Karya): Dirjen Pendikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Wikan Sakarinto menghibahkan pesawat mini buatan ayahnya, Alm Ir Kemal Singgih ke SMK Muhammadiyah 2 Salam, Magelang.

Hibah tersebut disampaikan Wikan saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 2 Salam, Magelang, Jawa Tengah, Senin (31/1/22).

Wikan menjelaskan, pesawat terbang berawak dua (KR-02) dirancang dan dibangun ayah bersama temannya, seorang pebisnis yang hobi olahraga dirgantara, Heri Rudiyanto. Heri juga dikenal sebagai pilot dan atlet terbang layang yang berhasil meraih medali perunggu dan perak di berbagai ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa silam.

Sebagai informasi, Heri Rudiyanto, sosok pecinta olahraga dirgantara itu juga menghibahkan pesawat lain dengan jenis yang sama ke SMK di Medan, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

Pesawat KR-02 buatan Alm Ir Kemal Singgih telah dimanfaatkan SMK Muhammadiyah 2 Salam untuk berlatih siswanya sebagai calon teknisi pesawat terbang. Pesawat menggunakan mesin VW dengan konstruksi body pesawat dari kayu yang didesain khusus dengan memadukan logam ringan serta fiber.

Instrumen pesawat terbilang lengkap dari pengukur ketinggian terbang, speedometer, tortle dan lain-lain, sehingga memenuhi spesifikasi untuk layak terbang.

“Siswa SMK jurusan penerbangan yang akan menjadi teknisi pesawat, jangan hanya baca buku saja, tetapi harus bisa pegang langsung pesawat aslinya. Sehingga siswa bisa merasakan suasana belajar seperti di tempat kerja,” tutur Wikan.

Acara penyerahan hibah juga dihadiri ibunda tercinta dari Wikan Sakarinto, yaitu Ir Edi Hartati, MT beserta 4 dari 6 orang puteranya bersama Alm Ir Kemal Singgih.

Usai prosesi serah terima, Wikan sempat mencoba naik ke dalam ruang kemudi KR-02, serta menghidupkan mesin pesawat yang membuat baling-baling berputar kencang siap untuk diterbangkan. Mesin pesawat dan sistem kemudi masih berfungsi dengan baik.

“Saya ingin terus semangat ibu terus bangkit, dengan cara melihat hasil hobi mendiang suaminya yang dirawat dengan baik dan memberi manfaat bagi banyak orang, terutama generasi penerus bangsa,” kata Wikan menandaskan.

Pada kesempatan yang sama, Wikan juga menjadi saksi atas penandatangan naskah kerja sama (MoU) antara Jurusan Audia-Visual SMK Muhammadiyah 2 Salam Magelang dengan Perusahaan Elektronik Polytron.

“Kerja sama itu diharapkan, memperkuat sinergi antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan industri,” ucap Wikan menegaskan.

Disebutkan, kerja sama dengan Polytron mencakup kurikulum yang dibuat bersama, tenaga ahli dari Polytron akan mengajar di SMK, magang guru dan siswa di Polytron, bantuan peralatan pembelajaran praktik dari Polytron, serta komitmen Polytron untuk menyerap lulusan SMK. (Tri Wahyuni)