Dirut PT STM Jadi Tersangka Kasus Investasi Bodong

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Kepolisian Daerah Riau menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT STM (Sumatera Tani Mandiri), M Yusuf Hasyim sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan investasi singkong bodong.

Hal tersebut tertulis dengan dalam surat bernomor B/1276/VIII/2020/Reskrimum tentang ‘Pemberitahuan peningkatan status terlapor sebagai Tersangka.

Menurut tim kuasa hukum pelapor, Paisal Lubis, kasus ini telah memakan banyak korban dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

“Kasus itu bermula kisaran tahun Desember 2019 lalu ketika Yusuf Hasyim selaku dirut PT Sumatera Tani Mandiri menggaet investor untuk investasi singkong racun jenis cassestart dan jenis BW1,” kata Paisal di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Bahkan lanjut dia, PT STM juga mengklaim memiliki mandat pengelolaan lahan di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau seluas 500 hektare untuk ditanami singkong dan aren.

Usut punya usut, lahan itu ternyata ijin konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) yang ijinnya dipegang PT Arara Abadi. PT STM sendiri menjalin kerjasama dengan masyarakat desa Kesuma, yang mereka mengaku sebagai investor.

Dengan bermodal perjanjian kerjasama dengan masyarakat itu, pihak PT STM malah menggaet investor lain dan membujuk rayu pengusaha nasional itu. Alhasil dikucurkan uang senilai Miliaran rupiah ke rekening PT STM untuk investasi, pada Januari 2020.

Tapi seiringnya waktu berjalan, ternyata singkong yang dijanjikan tak kunjung ditanam. Uang pun sempat diminta dikembalikan, tapi tak kunjung dibayar. Alhasil kasus ini ditenggarai sebagai penipuan bermodus investasi, yang kemudian ditindaklanjuti Polda Riau.

“PT STM menyewakan lahan yang ternyata lahan itu bukan hak mereka, ini jelas memenuhi unsur tindak pidana penipuan dan penggelapan, harus segera diusut tuntas,” katanya.

Selain itu, Paisal berharap Polda Riau segera menangkap  Dirut PT STM itu untuk mempertanggungjawabkan di depan hukum dan agar tidak menghilangkan barang bukti. “Ini demi keadilan dan agar tidak terjadi lagi tindak pidana lainnya,” ujarnya. (Bobby MZ)