Disdukcapil Kota Bekasi Hadapi Keterlambatan Pencetakan e-KTP

0
Pelayanan terhadap warga yang mengurus e-KPT di Disdukcapil Kota Bekasi, Senin (23/7). (Suarakarya.co.id/Indra DH)

KOTA BEKASI (Suara Karya): Permintaan pengurusan identitas penduduk, Kartu Tanda Penduduk elektronika (e-KTP) yang masih tinggi tidak sepenuhnya bisa dilayani terutama dalam pencetakan oleh pihak Dinas Kependudukan dan Catapan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi karena adanya keterbatas blanko dari Kementerian Dalam Negeri.

“Soal keluhan warga yang lambat dalam pencetakan e-KTP, relatif tidak ada kendala, memang banyak yang harus dilayani. Ini saja sejak pagi saya tidak bisa keluar ruang kerja sampai sudah masuk jam istirahat. Pencetakan itu, tergantung bagaimana ketersediaan blanko (e-KTP) dari Kemendagri, kalau blanko tersedia kita lancar,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Dinar Faizal Badar di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi, Senin (23/7).

Ia menjelaskan, ada proses di Kemendagri yang harus dilalui. “Kita mengajukan permohonan blanko e-KTP, permohonan dalam satu hari juga bisa tapi kalau sekarang stok di sana itu terbatas, kalau kita dikasihnya sesuai kuota saja,” ujarnya.

Dinar menjelaskan menyangkut keterlambatan dalam pencetakan e-KTP bagi warga yang sudah melakukan perekaman data di kecamatan tetapi belum bisa dicetak di Disdukcapil Kota Bekasi, disebabkan adanya kendala seperti validasinya belum selesai.

“Biasanya validasinya belum selesai. Jadi setiap orang hasil perekanaman datanya dikirim ke Kemendagri, di situ divalidasi bila selesai hasil itu balik ke kita (Disdukcapil). Mungkin proses itu yang belum jalan. Makanya saya perlu data ada siapa, si A, B atau C. Ini saya cek langsung, kalau ternyata sudah ada langsung dicetak. Namun, harus jelas siapa yang menghadapi masalah keterlambatan itu, tapi kalau tidak ada namanya susah kita mau ngeceknya,” ujar dia.

Ada juga terjadi masalah di antaranya ada warga yang datang, tetapi ternyata orang tersebut sudah melakukan perekaman juga di tempat lain. “Yang begitu menjadi kendala,” tegasnya.

Terkait masih berjubelnya warga bahkan dalam antrean panjang, orang harus datang pagi sekali bahkan ada yang subuh sudah ke pelayanan seperti di Lotte Mart Kota Bekasi, diakuinya karena keterbatasan tempat pelayanan saat ini,

“Pak Walikota akan buka pelayanan di sejumlah titik lagi di antaranya Mendan Satria, Bantar Gebang, Pondok Gede, Jati Asih dan lainnya,” ujar Dinar menambahkan bahwa keluhan warga itu biasa dan pihaknya terus memperbaiki pelayanan pengurusan e-KPT.

Sepeti diketahui, kendala di pusat atau Kemendagri terjadi dalam proses cek ketunggalan data yang dilakukan pada sistem pusat data Kemendagri yang bisa memakan waktu hingga berbulan=bulan. Begitu juga yang terjadi di Disdukcapil Kota Bekasi ada warga yang harus menunggu hingga awal September depan meskipun sudah harus dicetak.

“Mana datanya, saya cek dan kita juga tunggu blanko dari pusat,” kata Dinar. (Indra DH)