Disiapkan Rp7,1 Miliar, Pemerintah Bantu Korban Bencana Banjir Pakistan

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah menyiapkan dana bantuan Rp7,1 miliar untuk korban bencana di Pakistan. Selain pengiriman personel, yaitu Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari tenaga gabungan (joint forces) BNPB, BASARNAS, TNI, POLRI, dan NGO.

Demikiab dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) tentang rencana pengiriman bantuan medis ke Pakistan, di Jakarta, Senin (6/9/22).

Dalam rapat disepakati, bantuan akan diberikan sebesar 500 ribu dolar Amerika atau setara Rp7,1 miliar. Bantuan itu untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk terdampak, terutama kelompok rentan.

“Kepeduliaan ini tak lepas dari posisi Presiden Joko Widodo sebagai Presiden G20. Indonesia juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemerintah Pakistan,” ujar Muhadjir.

Dijelaskan, pembentukan tim bantuan penanganan banjir bandang di Pakistan dan tim persiapan pendanaan melalui Dana Siap Pakai (DSP) akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sedangkan tim bantuan kesehatan, baik tenaga medis, alat kesehatan, obat-obatan, dan lainnya oleh Kementerian Kesehatan, tim transportasi, keamanan dan personil oleh TNI, dan pendukung lainnya.

“Kepala BNPB bertindak sebagai ketua didampingi Kemkes dan Kemenko PMK. Mereka diminta segera merencanakan program dan anggaran untuk pengiriman tim medis,” kata Menko PMK.

Sebelumnya, Pemerintah Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan militer untuk menangani ‘Bencana Skala Epik’. Hujan lebat dan curah hujan tinggi yang melanda Pakistan sejak Juni lalu menyebabkan sepertiga wilayah pakistan terendam banjir.

Beberapa provinsi yang terdampak parah, antara lain Provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Tercatat, ada 1.136 jiwa meninggal dunia, 1.575 jiwa korban luka, 364.000 jiwa mengungsi, dan 33 juta jiwa lainnya yang terdampak.

“Alhamdulillah tidak ada orang Indonesia yang menjadi korban bencana Pakistan. Kegiatan akan difokuskan untuk mitigasi. Selanjutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi,” tutur Menko PMK.

Ditambahkan, tim bantuan penanganan banjir bandang di Pakistan akan melakukan survei lebih dulu. Survei itu penting untuk mengetahui data secara akurat.

Rapat juga dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono, Perwakilan Kemlu Siti Mauludiah, Perwakilan Kemenkeu Made Arya Wijaya, Perwakilan Kemenhub Maria Kristi Endah, sertabTNI Letjen TNI Eko Margiyono dan Polri Irjen Pol Indra Miza. (Tri Wahyuni)