Suara Karya

Disokong Politisi Senior, Airlangga Akan Dirikan Golkar Academy

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, didampingi Ketua Dewan Pakar HR Agung Laksono. (foto: ist/net)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan, sepanjang masa reformasi, Partai Golkar tidak pernah terlempar dari dua besar perolehan suara pemilu legislatif. Karenanya, Airlangga bertekad menggenjot perolehan suara Golkar pada pemilu 5 tahun mendatang, dan kembali mengukir prestasi yang lebih cemerlang.

“Kami bertekad pada 2024 akan mengukir prestasi yang lebih cemerlang lagi. Kita akat bekerja keras untuk meraup suara yang lebih signifikan di masa mendatang. Karenanya, Golkar akan membuat sekolah politik yang dinamai Golkar Academy,” ujar Airlangga, saat berpidato pada Malam Penghargaan Partai Golkar, di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Sekolah politik tersebut, kata Airlangga, akan disokong para politisi senior yang tangguh dan berpengalaman.

Pada kesempatan itu, Menteri perindustrian ini juga menyinggung soal tantangan Revolusi Industri 4.0 yang harus dihadapi para politisi Partai Golkar.

“Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar, yakni Revolusi Industri 4.0. Terkait ini, para politisi Golkar harus mau dan mampu memahami karakter industri 4.0 yang jauh berbeda dibanding revolusi sebelumnya,” ujar Airlangga.

“Kunci industri 4.0 adalah adanya data, artificial intelligent, big data,” ujar dia menambahkan.

Oleh karena itu, lanjut Airlangga, Partai Golkar mesti siap dengan big data dan mengelolanya untuk kepentingan yang lebih besar.

Sebagaimana diketahui, saat ini Golkar telah memiliki aplikasi Saksiku yang digunakan saat pemilu legislatif 2019. Pengembangan aplikasi ini, bakal berguna untuk kepentingan partai di masa depan.

“Partai Golkar juga partai pertama yang menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam kampanye. Ini bisa dikembangkan terus menerus,” kata dia.

Agenda politik terdekat, Airlangga menjelaskan, Golkar mesti memperjuangkan posisi dalam penentuan pimpinan DPR RI, MPR RI, dan kabinet. Penentuan posisi-posisi penting itu akan berlangsung Oktober mendatang. (gan)

Related posts