Ditjen Dikti Dorong 14 PTN Canangkan Zona Integritas

0
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Dikti, Nizam. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dorong perguruan tinggi negeri (PTN) segera mencanangkan zona integritas.

“Pencanangan zona integritas menjadi penting agar terjadi perubahan pola pikir di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melayani masyarakat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Dikti, Nizam pada pencanangan zona integritas di lingkungan Ditjen Dikti secara daring, Rabu (1/7/20).

Nizam menjelaskan, pencanangan zona integritas untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kemdikbud. Ini sekaligus langkah konkret dari pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan kerja Ditjen Dikti.

“Untuk itu, perlu perbaikan tata kelola, penyederhanaan regulasi dan penyelarasan program. Upaya itu akan mendorong percepatan perbaikan kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya.

Nizam juga mengingatkan, kualitas sumber daya manusia (SDM) akan berpengaruh pada kualitas layanan. Layanan yang baik hanya diperoleh dari SDM yang baik pula.

Terkait WBK/WBBM, Nizam menilai, urgensi untuk mengubah bentuk layanan tatap muka menjadi layanan berbasis teknologi. Intervensi itu diharapkan dapat mengoptimalkan layanan dan mencegah terjadinya penyimpangan/pelanggaran.

“Lewat teknologi, masyarakat dapat mengakses layanan menjadi lebih mudah, transparan dan akuntabel. Layanan juga menjadi lebih bersih, karena tak ada lagi layanan tatap muka yang berpotensi untuk terjadi penyimpangan. Selain juga lebih efisien,” ucapnya.

Nizam menjelaskan, tahun ini ada 14 PTN yang didorong melakukan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM. Ke-14 PTN itu, antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran dan Universitas Diponegoro.

Selain itu masih ada Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Ditjen Dikti Kemdikbud, Paristiyanti Nurwardani. Katanya, zona integritas merupakan predikat untuk instansi pemerintah agar memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas layanan publik.

“Pembangunan zona integritas melalui reformasi birokrasi dimulai dari perencanaan, telaah dan penyusunan peta jalan serta rencana aksi reformasi birokrasi di lingkungan Ditjen Dikti,” ujarnya.

Paristiyanti menjelaskan, ada tiga sasaran pembangunan zona integritas di Ditjen Dikti yaitu birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel dan pelayanan publik yang prima. Untuk itu, dibuat slogan “Dikti SIGAP Melayani” sebagai sebuah visi bersama.

“SIGAP merupakan akronim dari Senyum dan Semangat, Integritas, Gotong royong, Amanah dan Profesional,” katanya. (Tri Wahyuni)