Ditjen Diktiristek Gandeng BPKP, Perkuat Penerapan SPIP Terintegrasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar sosialisasi Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, di Jakarta, Rabu (29/6/22).

Sosialisasi itu disampaikan bersama Direktur Kelembagaan, Ditjen Diktirisek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Lukman dan Deputi Politik, Hukum, Keamanan, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK BPKP), Agus Hardja Santana.

Lukman menjelaskan, sosialisasi Penguatan SPIP Terintegrasi untuk mengimplementasikan reformasi birokrasi, khususnya di area penguatan pengawasan sebagai upaya pengendalian unit organisasi.

Sosialisasi diselenggarakan untuk membangun Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Ditjen Diktiristek.

“Selain juga mendorong Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) agar meraih predikat ZI WBK dan WBBM,” ujarnya.

Lukman menambahkan, salah satu cara untuk memperoleh predikat ZI WBK dan WBBM di arwa penguatan pengawasan dengan cara menerapkan SPIP.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2008, disebutkan 4 tujuan SPIP yang meliputi efektivitas dan efisiensi, keandalan laporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan (Perpu). Indikator SPIP berhasil adalah tercapainya ZI WBK dan WBBM.

“SPIP berperan sebagai alat deteksi dini penyelenggaraan, pengendalian dan pengawasan dalam pemerintahan yang sekarang sedang dijalankan,” katanya.

Untuk melihat keberhasilan pelaksanaan SPIP disebutkan lewat pengukuran maturitas sistem pengendalian intern pemerintah. Pengendalian efisiensi intern pemerintah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mencapai ZI WBK menuju WBBM.

Pada kesempatan yang sama, Agus Hardja Santana mengatakan, SPIP Terintegrasi yang diimplementasikan Ditjen Diktiristek merupakan proses tata kelola organisasi dan mekanisme kerja. Hal itu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah mitigasi risiko, baik yang ada di Ditjen Diktiristek, PTN maupun di LLDikti.

Sistem pengendalian internal itu memiliki 5 unsur yang saling terintegrasi, meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian internal.

“SPIP menjadi rangkaian kegiatan yang terintegrasi untuk menjaga situasi yang kondusif bagi pegawai dan seluruh pejabat, agar dapat bekerja dengan maksimal,” ucap Agus menegaskan. (Tri Wahyuni)