Ditjen Diktiristek Siapkan Mobil PJJ Dukung Pembelajaran di Daerah 3T

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemdikbudristek menyiapkan Mobil Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kampus Merdeka dan Mobil Vaksinasi. Kedua produk inovasi itu menjadi solusi nyata atas kebutuhan pembelajaran di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“Lewat Mobil PJJ, diharapkan mahasiswa di daerah 3T dapat belajar secara daring maupun luring dengan lancar,” kata Sekretaris Ditjen Diktiristek, Paristiyanti Nurwardani dalam taklimat media tentang uji coba Mobil PJJ dan Mobil Vaksinasi secara daring, Selasa (22/9/21).

Paris menjelaskan, pembuatan mobil PJJ yang terintegrasi dengan Klinik Sistem Pembelajaran Daring Pendidikan Tinggi (Klinik SPADA) bertujuan untuk meminimalisir terjadinya ‘learning loss’ pada sekitar 124 ribu mahasiswa di daerah 3T.

“Mereka yang pertama kali terdampak saat awal PJJ dilakukan, karena daerahnya tidak tersentuh jaringan internet. Mereka juga tidak memiliki ‘smartphone’ untuk mendukung pembelajaran daring,” ujarnya.

Guna mendukung pembelajatan, Klinik SPADA akan membawa VSAT sekaligus sebagau tempat pembelajaran daring. Mobil tersebut akan berkeliling ke daerah 3T. “Mobil PJJ ini akan dilengkapi layanan vaksinasi keliling untuk tenaga pendidik (tendik) dan mahasiswa,” ucapnya.

Layanan Mobil PJJ Kampus Merdeka akan difokuskan di daerah 3T yang sama sekali tidak terjangkau jaringan internet fiber optik. Paris menyebut ada sekitar 68 perguruan tinggi di daerah 3T, antara lain, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua dan sejumlah daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Disebutkan, ada total 13 unit mobil yang disiapkan, 10 mobil diantaranya akan dikirimkan ke tiga provinsi yaitu NTT, Maluku Utara dan Papua.

“Kami juga melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengatasi ketertinggalan di daerah 3T, seperti ADA DIKTI (Anjungan Daring Pendidikan Tinggi) yang sudah dipasang di NTT, Maluku Utara, dan Papua,” katanya.

Sebagai informasi, ADA DIKTI adalah ‘mini base transceiver station’ (BTS) untuk memperkuat sinyal internet yang lemah di daerah 3T. Setelah mini BTS di daerah-daerah itu berdiri, Ditjen Diktiristek akan memberi tablet DIKTI EDU yang berisi modul pembelajaran dari semester 1 sampai 8, sesuai program studi di daerah tersebut.

“Karena selain tidak memiliki jaringan internet, mahasiswa di daerah 3T juga tidak memiliki perangkat untuk menjalani pembelajaran daring,” ucap Paris menegaskan.

Paris berharap mobil tersebut dapat segera menjadi pusat pembelajaran di daerah 3T dengan nama Mobil Kampus Merdeka, yang bekerja secara multifungsi melaluu ADA DIKTI, KLINIK SPADA, Mobile PJJ, dan mobil vaksinasi keliling.

Inovator Mobil PJJ dari Universitas Prasetya Mulya, Purba Purnama juga berharap, Mobil Kampus Merdeka dapat memberi solusi bagi mahasiswa di daerah 3T dan mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kedepannya, mobil PJJ akan dilengkapi dengan fasilitas sains, seperti mikroskop sehingga bisa digunakan sekaligus untuk belajar siswa SD, SMP atau SMA yang ingin belajar biologi atau fisika melalui internet,” kata Purba. (Tri Wahyuni)